Connect with us

Berita

Kak Seto Tinjau Pendidikan Karakter Anak di Barak Militer, Pastikan Tidak Ada Pelanggaran Hak Anak

Kak Seto pastikan pendidikan karakter ala militer di Rindam III Siliwangi tetap ramah anak dan tak langgar hak-hak dasar peserta pelatihan.

Logompn

Published

on

Kak seto tinjau pendidikan karakter anak di barak militer, pastikan tidak ada pelanggaran hak anak
Kak Seto Tinjau Pendidikan Karakter Anak di Barak Militer, Pastikan Tidak Ada Pelanggaran Hak Anak. Gambar : Instagram/@disdikjabar

Jawa Barat, MPN Indonesia 14 Mei 2025 - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau Kak Seto, meninjau program pendidikan karakter anak di barak militer Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (10/5).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan program Pendidikan Karakter Panca Waluya tidak melanggar hak-hak anak.

Pendidikan Militer, Tapi Ramah Anak

Kak Seto menyatakan tidak menemukan pelanggaran hak anak selama pelatihan berlangsung.

Ia menegaskan pendekatan yang digunakan tetap disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak, meskipun berada di lingkungan militer.

“Sering kali ada anggapan keliru. Meskipun ada unsur kedisiplinan ala militer, pendekatannya tetap menggunakan bahasa anak dan menjunjung tinggi hak-hak mereka,” ujar Kak Seto, sebagaimana dikutip MPN Indonesia dalam laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pada Rabu (14/5).

“Anak-anak mendapatkan hak untuk tumbuh dan berkembang, perlindungan, kesempatan menyuarakan pendapat, bahkan ada pemeriksaan kesehatan dan psikologi,” tambahnya.

Sebelum melakukan kunjungan, Kak Seto terlebih dulu meminta izin kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia menyebut bahwa gubernur sangat terbuka terhadap pengawasan eksternal.

“Pak Gubernur sangat terbuka, saya ajukan untuk melihat kondisi anak-anak, beliau mempersilakan. Saya mengapresiasi sekali,” kata Kak Seto.

Pengawasan Ketat, Anak Tetap Nyaman

Program ini ditujukan bagi anak-anak dengan perilaku menyimpang atau yang dianggap ‘nakal’.

Namun, proses pelatihan diawasi oleh banyak pihak agar tetap aman dan sesuai dengan perkembangan psikologis mereka.

“Pendidikan karakter ini dikawal dengan baik oleh berbagai unsur yang terlibat. Maka, pendidikan seperti ini sangatlah aman dan positif bagi anak-anak,” tegas Kak Seto.

Baca Juga:  Penjaga Sekolah Hilang usai Coba Selamatkan Korban yang Hanyut di Sungai Cibanjaran Bandung

Kegiatan ini turut dihadiri oleh pejabat daerah, seperti Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, serta Kepala Bidang Pendidikan Khusus Layanan Khusus, Ai Nurhasan.

Mereka ikut mendampingi evaluasi dan berdialog langsung dengan para peserta.

Dalam dialog, anak-anak menyatakan bahwa mereka merasa nyaman dan betah selama mengikuti pelatihan, yang menjadi indikator penting bahwa pelaksanaan program ini memperhatikan kenyamanan psikologis peserta.

Komitmen LPAI dalam Pemantauan Program

Kak Seto menegaskan LPAI akan terus memantau pelaksanaan program ini, baik di Rindam III Siliwangi maupun lokasi lain yang mengadopsi pendekatan serupa.

Ia juga menyatakan siap terlibat langsung dalam proses belajar mengajar.

“Saya berniat memberi materi mengajar untuk anak-anak,” ungkapnya.

Ia menutup kunjungan dengan pesan moral bagi peserta agar tetap semangat dan menjaga kebersamaan.

“Tetap semangat. Jaga kesehatan fisik, mental, dan sosial. Jangan saling menyakiti, membully, atau bertikai. Jaga kekompakan karena kita semua menuju satu tujuan, menjaga keutuhan NKRI,” tutup Kak Seto.

Melalui pendekatan yang mengedepankan hak anak dan pengawasan lintas instansi, program ini menjadi contoh sinergi antara pemerintah, lembaga perlindungan anak, dan militer dalam membina generasi muda Jawa Barat.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending