Berita
Kapal Wisata Tenggelam di Bengkulu, 8 Orang Tewas
Delapan orang meninggal akibat tenggelamnya kapal wisata Tiga Putra di Bengkulu. 99 penumpang berhasil diselamatkan, dan penyelidikan lanjut masih dilakukan.
Bengkulu, MPN Indonesia 14 Mei 2025 - Delapan orang dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelamnya kapal wisata Tiga Putra di Bengkulu pada Minggu (11/5) sekitar pukul 16.28 WIB.
Kapal yang berangkat dari Pantai Malabero menuju Pulau Tikus mengalami gangguan mesin di tengah laut, menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan dan terbalik.
Kapal Tiga Putra sempat mogok mesin tiga kali selama perjalanan. Saat mogok ketiga, kapal dalam posisi miring dan dihantam ombak besar, hingga akhirnya tenggelam.
“Selama perjalanan situasi kondusif, namun di tengah perjalanan kapal mendadak mogok atau mati mesin, sehingga Edi meminta ABK mengisi bahan bakar mesin kapal. Mogok mesin terjadi tiga kali. Saat mati mesin ketiga kalinya, kapal dalam posisi miring lalu terbalik,” ujar Herwan Antoni, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, dalam konferensi pers di Mapolresta Bengkulu, Selasa (13/5).
Kronologi Kejadian dan Jumlah Penumpang
Awalnya, jumlah penumpang kapal yang terdata adalah 104 orang. Namun, setelah didirikan posko penanganan insiden, jumlah penumpang tercatat mencapai 107 orang, terdiri dari 101 wisatawan, satu nakhoda, dan lima anak buah kapal (ABK).
“Data terkini musibah kapal Tiga Putra yang karam, jumlah penumpang bertambah dari 104 menjadi 107. Korban meninggal 8 orang,” jelas Herwan Antoni.
Dari 107 orang penumpang, 99 berhasil diselamatkan dan 8 ditemukan tewas.
“Penambahan data ini berasal dari laporan penumpang kapal yang melapor ke posko. Korban meninggal dari 7 orang bertambah menjadi 8 orang. Semalam pukul 20.00 WIB, satu korban meninggal dilaporkan bertambah,” ungkap Herwan.
Identitas Korban dan Tanggapan Pemerintah
Delapan korban tewas dalam insiden ini telah diidentifikasi, termasuk Silvia Alvionita (27), Riska Nurjanah (28), dan Tesa (20), yang berasal dari Lubuklinggau dan Kepahiang, Sumatera Selatan, serta beberapa korban lainnya dari Padang, Jambi, dan Bengkulu Utara.
Menanggapi kecelakaan kapal ini, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan belasungkawa.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini, dan atas nama Kementerian Pariwisata kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga mereka diberi ketabahan dan kekuatan di tengah musibah ini,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Widiyanti juga mengimbau agar pelaku industri wisata mematuhi standar keselamatan yang ketat, terutama saat cuaca buruk.
“Kami mengimbau seluruh pelaku industri wisata untuk selalu mematuhi standar keselamatan yang ketat, termasuk tidak melebihi kapasitas yang telah ditentukan untuk setiap kapal wisata,” katanya.
Pihak kepolisian dan otoritas setempat masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk mengetahui penyebab pasti insiden ini.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
