Connect with us

Berita

Bangkai KM Virgo Ditargetkan akan Diangkat pada Oktober Ini

Bangkai KM Virgo Transport 8 ditargetkan diangkat dari Laut Jawa pada Oktober 2026. Proses salvage kini memasuki tahap pemilihan vendor.

Actress 1299250

Published

on

Bangkai KM Virgo Ditargetkan akan Diangkat pada Oktober Ini
Bangkai KM Virgo Ditargetkan akan Diangkat pada Oktober Ini. Gambar: Instagram/@dendyprasetyoo

MPN Indonesia 5 Oktober 2026 - Juru Bicara pemilik KM Virgo Transport 8, Simson Fransiscus Riki menargetkan pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8 dari perairan Laut Jawa pada Oktober 2026.

PT Virgo Karya Shipping bersama pihak asuransi sedang menuntaskan pemilihan vendor untuk operasi salvage.

Pengangkatan dilakukan setelah Basarnas menghentikan operasi penyelaman pada Sabtu (3/10).

Langkah tersebut juga memungkinkan proses evakuasi korban yang masih diduga berada di dalam kapal.

Peralatan salvage telah tersedia di Singapura dan dapat menuju lokasi setelah vendor ditetapkan.

“Insya Allah (bulan ini terangkat). Kami tak bisa memastikan,” ujar Juru Bicara Owner KM Virgo Transport 8, Simson Fransiscus Riki kepada awak media.

Simson mengatakan proses salvage saat ini memasuki tahap tender oleh pihak asuransi. Dua vendor telah masuk dalam daftar calon pelaksana pengangkatan kapal.

Proses Pengangkatan KM Virgo Masuk Tahap Pemilihan Vendor

Simson menjelaskan bahwa salvage termasuk dalam pertanggungan asuransi yang dimiliki perusahaan. Karena itu, pihak asuransi bertanggung jawab memilih perusahaan pelaksana pengangkatan.

Tender telah dibuka dan beberapa perusahaan sudah memasuki tahap pembicaraan. Namun, perusahaan pelaksana salvage belum ditetapkan.

“Untuk mitranya sendiri sudah mengerucut, saya belum bisa menyebutkan karena belum ada penandatanganan,” jelasnya.

PT Virgo Karya Shipping juga berkomunikasi dengan asuransi internasional Protection and Indemnity atau P&I. Komunikasi dilakukan terkait proses penunjukan vendor.

Pilihan vendor disebut telah mengerucut pada dua perusahaan. Perusahaan tersebut kemungkinan berasal dari Inggris atau Amerika Serikat.

Namun, nama perusahaan belum diumumkan karena proses kontrak masih berlangsung. Simson menyebut sejumlah persyaratan masih perlu dilengkapi.

Baca Juga:  Korban Tewas KRL Bekasi Bertambah jadi 15 Orang

“Insyaallah, dalam beberapa hari ke depan penandatanganan kontrak, karena ada beberapa hal yang mesti dilengkapi lagi,” ujar Simson.

Peluang pelaksanaan salvage terbuka bagi perusahaan lokal maupun internasional. Perusahaan asing tetap membutuhkan kerja sama dengan perusahaan lokal untuk bekerja di Indonesia.

PT Jasalindo juga kemungkinan terlibat sebagai mitra lokal. Perusahaan tersebut sebelumnya menyediakan data kondisi kapal menggunakan teknologi Remotely Operated Vehicle atau ROV.

Peralatan Salvage KM Virgo Tersedia di Singapura

Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, memastikan peralatan untuk operasi salvage telah tersedia di Singapura.

Peralatan tersebut berupa crane barge atau kapal kran apung dengan daya angkat tinggi. Peralatan juga dilengkapi main boom atau lengan utama.

Pihak asuransi P&I menyiapkan peralatan tersebut untuk operasi pengangkatan. Peralatan dijadwalkan tiba dalam waktu kurang dari sepekan setelah vendor ditetapkan.

Pemilihan vendor juga mempertimbangkan sejumlah aspek teknis. Perusahaan harus memiliki pengalaman, peralatan pendukung, dan metode yang sesuai dengan kondisi bangkai kapal.

Sejumlah peserta tender masih mempresentasikan rencana pelaksanaan. Pembahasan dilakukan bersama pihak yang memiliki kewenangan menentukan perusahaan pelaksana.

Kondisi kapal di bawah air dan risiko pengangkatan menjadi bagian dari pertimbangan. Salah satu risiko adalah kemungkinan struktur kapal patah.

“Karena tidak hanya sesimpel kita angkat kapal, Bapak. Ada resiko-resiko yang timbul disitu, jika dilakukan pengangkatan yang tidak benar-benar tepat itu akan terjadi kapal bisa patah dan itu mengakibatkan nanti akan timbul polusi,” jelas Simson.

Pihak owner telah mengirimkan surat kepada perusahaan asuransi. Surat tersebut meminta proses pemilihan kontraktor dan tahapan berikutnya dipercepat.

“Kami bahkan sudah mengajukan surat kepada pihak insurance, pertama kali adalah menunjuk, kemudian ada tahapan lagi, tahapan itu yang kami minta dipercepat. Ini juga sudah banyak menguras waktu dan tenaga,” imbuh Simson.

Baca Juga:  Dosen UIN Bandung Tewas Kecelakaan di Tol Cipularang KM 86, Mobil yang Ditumpanginya Menabrak Truk

Metode serta waktu pelaksanaan salvage akan mengikuti kajian pihak asuransi dan kontraktor terpilih.

Owner menyatakan tetap menjalankan tanggung jawab hingga penanganan kapal selesai.

(AKM/NID/RAD) 



Trending