Connect with us

Internasional

Iran Serang Israel, Ratusan Rudal Balas Dendam Diluncurkan

Pada 1 Oktober, Iran meluncurkan serangan besar-besaran ke Israel dengan ratusan rudal.

Actress 1299250

Published

on

Iran Serang Israel, Ratusan Rudal Balas Dendam Diluncurkan
Serangan Iran ke Israel. Gambar : REUTERS/Mohamed Azakir

MPN Indonesia 2 Oktober 2024 - Iran meluncurkan serangan besar-besaran ke Israel pada Selasa (1/10), dengan ratusan rudal yang ditembakkan ke berbagai wilayah negara tersebut.

Serangan ini terjadi beberapa jam setelah Gedung Putih memperingatkan bahwa Iran berencana melancarkan serangan segera.

Dalam aksi ini, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melaporkan bahwa sekitar 200 roket ditembakkan oleh Iran, namun sebagian besar berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel, terutama di sekitar Yerusalem.

Dampak Serangan Iran di Israel

Serangan rudal ini menimbulkan kekacauan di Israel, dengan suara ledakan terdengar di berbagai wilayah.

Beberapa rudal dilaporkan jatuh di area pesisir dan wilayah tengah Israel, meskipun banyak yang berhasil dicegat sebelum mencapai target.

Di tengah ketegangan ini, warga Yerusalem menyaksikan rudal melintas di langit.

IDF menyatakan tidak ada korban yang dilaporkan dalam serangan ini.

Menurut Daniel Hagari, juru bicara IDF, serangan dari Iran saat ini telah dihentikan, tetapi Israel tetap berada dalam siaga penuh untuk menghadapi kemungkinan serangan lanjutan.

Eskalasi konflik ini merupakan bagian dari balas dendam Iran atas serangan Israel terhadap Iran dan kelompok-kelompok yang didukungnya, seperti Hizbullah, di Timur Tengah.

Serangan rudal yang diluncurkan oleh Iran pada April lalu, yang melibatkan pesawat nirawak, rudal jelajah, dan rudal balistik, sebagian besar juga berhasil diintersepsi oleh Israel.

Dalam serangan tersebut, Iran menembakkan 30 rudal jelajah, 120 rudal balistik, dan 170 drone. Israel, bersama sekutunya, berhasil mencegah banyak dari serangan tersebut mencapai sasaran.

Peringatan Gedung Putih dan Respons Israel

Sebelum serangan dimulai, Gedung Putih telah memberikan peringatan bahwa Iran sedang bersiap untuk meluncurkan serangan rudal balistik terhadap Israel.

Baca Juga:  Terjerat Kasus Pemerkosaan, Mahasiswa UIN Malang Diberhentikan Tidak Hormat

Seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan bahwa Amerika Serikat aktif mendukung persiapan pertahanan Israel untuk menghadapi serangan ini.

Daniel Hagari menegaskan bahwa pasukan Israel siap menghadapi serangan ini berkat peringatan dari AS.

Israel disebut dalam kesiapan tertinggi, baik secara ofensif maupun defensif, untuk menangkal ancaman dari Iran.

Hagari juga memperingatkan bahwa serangan Iran terhadap Israel akan menimbulkan konsekuensi serius bagi Teheran.

Konflik antara Israel dan Iran yang semakin intensif menimbulkan kekhawatiran bahwa wilayah tersebut akan memasuki fase perang yang lebih luas.

Pada malam yang sama ketika serangan rudal berlangsung, Kedutaan Besar AS di Yerusalem meminta seluruh pegawainya dan keluarga mereka untuk berlindung sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Peringatan tersebut juga disertai imbauan kepada warga AS di wilayah tersebut agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman keamanan, termasuk serangan drone dan roket.

Selain serangan rudal dari Iran, Israel juga melanjutkan operasi militer di Lebanon selatan melalui serangan darat yang dikenal sebagai Operasi Panah Utara.

Operasi ini adalah yang pertama sejak 2006, ketika Israel dan Hizbullah menandatangani perjanjian damai untuk mengakhiri perang selama 34 hari.

Israel melakukan serangan artileri besar-besaran di sepanjang perbatasan dan memerintahkan evakuasi sekitar 30 desa di Lebanon selatan.

Di tengah serangan udara yang dilancarkan Israel ke Beirut dan wilayah Lebanon selatan, tim penyelamat melaporkan telah menemukan 25 jenazah serta menyelamatkan 13 orang yang terluka sejak serangan dimulai.

Sekitar 600 warga sipil mencari perlindungan di sebuah biara di dekat garis biru perbatasan.

Dampak Serangan Terhadap Kawasan

Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati, menyatakan bahwa negaranya menghadapi situasi paling berbahaya dalam sejarah akibat serangan Israel.

Baca Juga:  Pemimpin Hamas, Yahya Sinwar Tewas Akibat Serangan dari Tank Israel

Ia menyebut bahwa sekitar satu juta warga Lebanon telah mengungsi akibat perang yang semakin intensif.

Krisis ini juga mendapat perhatian dari komunitas internasional, dengan Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, yang menyerukan gencatan senjata segera.

Ia memperingatkan bahwa dampak dari perang regional akan sangat besar, baik bagi Timur Tengah maupun ekonomi global.

Sementara itu, dukungan hati-hati dari AS terhadap operasi militer Israel terlihat dalam pernyataan Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, yang menyetujui pentingnya menghancurkan infrastruktur serangan Hizbullah di sepanjang perbatasan.

Iran Menggunakan Rudal Hipersonik Fattah

Dalam serangan ini, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim menggunakan rudal hipersonik Fattah untuk pertama kalinya.

Menurut pernyataan IRGC, sekitar 90% dari rudal yang diluncurkan berhasil mengenai sasaran di Israel.

Rudal-rudal ini dilaporkan sebagai bentuk pembalasan atas kematian dua tokoh milisi pro-Iran, Ismail Haniyeh dari Hamas dan Hassan Nasrallah dari Hizbullah, yang tewas akibat serangan Israel di Lebanon.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji bahwa Iran akan membayar mahal atas serangan rudal ini.

Netanyahu menyatakan bahwa Iran telah melakukan kesalahan besar dengan meluncurkan serangan terhadap Israel dan bahwa negaranya siap mengambil langkah-langkah lebih lanjut dalam konflik ini.

Trending