Connect with us

Internasional

AS Akan Bekerja Sama dengan Israel untuk Sikapi Serangan Iran

Amerika Serikat mengumumkan akan bekerja sama dengan Israel untuk merespons serangan rudal yang diluncurkan Iran.

Arthur

Published

on

AS Akan Bekerja Sama dengan Israel untuk Sikapi Serangan Iran
AS kerja sama dengan Israel respon serangan Iran. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 2 Oktober 2024 - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan bekerja sama dengan Israel dalam merespons serangan rudal yang diluncurkan Iran ke wilayah Israel.

Meski belum memiliki langkah konkret, AS menyatakan komitmennya untuk berkoordinasi dengan sekutunya di Timur Tengah tersebut.

AS Belum Menyampaikan Sikap Resmi

Menurut pernyataan dari Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, Amerika Serikat masih mempertimbangkan langkah yang tepat terkait serangan rudal Iran.

Dalam konferensi pers pada Selasa (1/10), Miller menyebutkan bahwa AS belum membuat keputusan final terkait apakah program nuklir Iran akan menjadi target pembalasan dari Israel atau tidak.

Menurut Miller, Amerika Serikat berencana untuk membicarakan hal ini secara mendalam dengan pemerintah Israel sebelum mengumumkannya kepada publik.

“Kami ingin melakukan percakapan ini secara langsung dengan rekan-rekan Israel kami selama beberapa hari mendatang,” ujar Miller.

Ia tidak menegaskan apakah Iran akan segera dikenai sanksi atas serangan ini, namun ia menekankan pentingnya diskusi lebih lanjut dengan pihak Israel untuk memastikan langkah-langkah yang tepat.

Komitmen untuk Menyikapi Eskalasi

Miller juga mengulang pernyataan dari Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, yang menyatakan bahwa serangan ini merupakan “eskalasi yang signifikan.”

Sullivan menegaskan bahwa AS berencana untuk bekerja sama dengan Israel dalam merespons serangan rudal tersebut, memastikan bahwa akan ada konsekuensi bagi Iran.

“Tentu saja harus ada konsekuensi bagi Iran atas serangan ini,” ujar Miller.

Namun, ia menambahkan bahwa detail terkait konsekuensi tersebut belum dapat dibahas secara publik pada saat ini.

Miller juga menjelaskan bahwa keberhasilan sebagian dalam menggagalkan serangan rudal Iran tidak terlepas dari koordinasi yang sudah ada antara AS, Israel, dan beberapa mitra lainnya.

Baca Juga:  Polisi Tetapkan 7 Tersangka dalam Bentrokan Berdarah di Menteng

Meski demikian, Miller tidak menyebutkan negara-negara lain yang terlibat dalam kerja sama tersebut.

Posisi Israel dalam Konflik

Dalam konferensi pers tersebut, Matthew Miller juga ditanya terkait tindakan Israel yang dituduh memperburuk situasi konflik beberapa minggu terakhir.

Miller menyatakan bahwa Israel tentu saja telah mengambil langkah-langkah yang meningkatkan ketegangan, tetapi dia menegaskan bahwa tindakan-tindakan ini lebih banyak terkait dengan upaya menghadirkan teroris ke pengadilan.

Minggu lalu, Israel melakukan serangan besar di Beirut yang menewaskan Hassan Nasrallah, pemimpin organisasi Hizbullah.

Menanggapi serangan ini, Iran meluncurkan serangan rudal yang dianggap sebagai pembelaan terhadap kelompok teroris tersebut.

“Jika Anda melihat apa yang dilakukan Iran hari ini – kami telah memperingatkan selama beberapa waktu tentang ancaman yang ditimbulkan oleh Iran yang mempersenjatai dan mendanai kelompok-kelompok teroris di Timur Tengah,” jelas Miller.

Ia menambahkan bahwa tindakan Iran dalam serangan ini merupakan upaya mempertahankan kelompok-kelompok teroris yang dipelihara oleh Iran di kawasan tersebut.

Meski serangan rudal yang diluncurkan Iran pada Selasa (1/10) malam telah digagalkan, Miller memperingatkan bahwa ancaman dari Iran masih berlanjut.

Ia menegaskan bahwa serangan ini menunjukkan betapa berbahayanya upaya Iran dalam mempersenjatai kelompok-kelompok teroris di Timur Tengah.

AS memperkirakan bahwa situasi akan semakin memanas jika Iran melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Israel.

Amerika Serikat kini berada di tengah persiapan untuk merespons serangan rudal Iran yang mengarah ke Israel.

Meski belum ada tindakan pasti yang diambil, AS berkomitmen untuk berkoordinasi erat dengan Israel dalam menyikapi eskalasi ini.

Trending