Connect with us

Viral

Proses Pencarian Bocah 4 Tahun yang Hanyut Masih Dilakukan, Ini Kendala Tim SAR

Tim SAR gabungan terus mencari bocah 4 tahun yang hanyut di drainase Perumahan Alam Tirta, Ciomas, Bogor. Medan sempit jadi kendala utama.

Logompn

Published

on

Proses pencarian bocah 4 tahun yang hanyut masih dilakukan, ini kendala tim sar
Proses pencarian korban yang hanyut di Bogor oleh Tim SAR. Gambar: MPN Indonesia/Dimas

MPN Indonesia 16 Mei 2025 - Proses pencarian terhadap bocah berusia 4 tahun yang hanyut terbawa aliran drainase di Perumahan Alam Tirta, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, masih terus dilanjutkan pada Jumat siang (16/5).

Korban dilaporkan terpeleset ke dalam aliran drainase dan terseret arus air, sehingga tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian intensif.

Tim SAR mengungkapkan sejumlah hambatan dalam proses pencarian, terutama karena kondisi medan aliran drainase yang sempit dan penuh rintangan.

“Kendalanya kami tidak menggunakan perahu karet, karena memang kondisi dari aliran airnya itu memang sempit, dan juga banyak obstacle-obstacle seperti benda-benda alam ataupun juga pipa-pipa paralon, juga kontur sungai yang bebatuan,” ujar Fazry, personel dari Basarnas, kepada wartawan pada Jumat (16/5).

Pencarian dilakukan sejauh 5,5 kilometer dari titik awal korban diketahui jatuh, dan dibagi dalam empat sektor oleh tim SAR.

“Kami tim SAR gabungan melakukan pencarian itu dengan jarak sejauh ini mencapai 5 setengah KM, kami membagi 4 sru, di antaranya upaya kami telah melakukan penelusuran dan penyisiran,” tambahnya.

Dengan kondisi aliran yang memiliki kedalaman rata-rata hanya 1 meter, proses penyelaman tidak dapat dilakukan.

Medan Berat Hambat Upaya Evakuasi

Kondisi aliran drainase di lokasi kejadian menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian.

Selain sempit dan dipenuhi dengan rintangan seperti batuan, paralon, dan kontur tanah yang tidak rata, ketinggian air yang rendah memaksa tim untuk menggunakan metode pencarian darat dan penelusuran manual.

“Masih penyisiran, kita melakukan metode Esac, itu dengan mengarungi dengan jalan kaki di sepanjang aliran sungai dan ada pencarian darat juga tentunya,” jelas Fazry.

Sebanyak 100 personel tim SAR gabungan diterjunkan ke lokasi dalam operasi ini, yang termasuk dalam kategori peristiwa di daerah yang memerlukan perhatian khusus.

Baca Juga:  Kelurahan Jatiraden Bekasi Minta Sumbangan AC: Supaya Pelayanan Nyaman dan Ramah

Penelusuran dilakukan secara menyeluruh untuk menjangkau setiap sudut yang mungkin dilalui arus yang menyeret korban.

(AKM/NID/RAD)

Trending