Connect with us

Viral

Ditemukan Dalam Jarak 22 Km, Bocah yang Hanyut di Bogor Ditemukan Meninggal Dunia

Bocah 4 tahun yang hanyut di Ciomas, Bogor, ditemukan meninggal dunia di Sungai Cisadane. Polisi imbau orang tua waspada saat musim hujan.

Logompn

Published

on

Ditemukan dalam jarak 22 km, bocah yang hanyut di bogor ditemukan meninggal dunia
Ditemukan Dalam Jarak 22 Km, Bocah yang Hanyut di Bogor Ditemukan Meninggal Dunia. Gambar: MPN Indonesia/Dimas

MPN Indonesia 19 Mei 2025 - Seorang bocah berusia empat tahun yang sebelumnya dilaporkan hanyut terseret aliran drainase di Perumahan Alam Tirta, Ciomas, Kabupaten Bogor, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (17/5).

Korban ditemukan sekitar 22,5 kilometer dari lokasi awal kejadian di aliran Sungai Cisadane, wilayah Desa Krikil, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.

Penemuan jasad korban dilakukan pertama kali oleh warga dan petugas dari salah satu tempat rekreasi di sekitar lokasi.

Menurut anggota Basarnas, Fazry, tubuh korban ditemukan dalam kondisi tersangkut di pinggiran sungai dalam posisi telungkup.

“Korban dalam keadaan nyangkut di pinggiran sungai, dalam posisi telungkup,” ujar Fazry saat dikonfirmasi MPN Indonesia pada Sabtu (17/5).

Setelah menerima laporan dari masyarakat, tim penyelamat langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi.

“Kami mendapat informasi dari warga sekitar dan kami langsung mendampingi, sekitar pukul 10.20 tim kami berhasil mengevakuasi korban,” jelas Fazry.

Proses Evakuasi dan Tindakan Lanjutan

Kapolsek Ciomas, Kompol Iwan Wahyudi, menyatakan bahwa jenazah korban telah dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan pada hari yang sama.

“Jenazahnya sudah dibawa ke rumah duka untuk dimandikan dan dikuburkan pada hari ini,” ungkapnya.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak, terutama saat musim hujan.

Kompol Iwan mengimbau agar anak-anak tidak bermain di luar rumah saat cuaca ekstrem guna menghindari risiko serupa.

“Kami mengimbau agar berhati-hati apabila mempunyai putra putri, cucu, keponakan yang masih kecil-kecil, masih balita, diawasi betul-betul apalagi cuaca sekarang misalnya hujan deras ya, disarankan tidak mandi air hujan karena dikhawatirkan anak-anak kecil ini masuk ke drainase atau lubang-lubang hingga terbawa arus,” pungkasnya.

Baca Juga:  Bocah di Sukabumi Kritis usai Tertembak Senapan Angin Milik Ayah Tiri

(DIM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending