Connect with us

Berita

Sri Mulyani Ungkap Kabar Buruk yang Ancam Ekonomi RI

Sri Mulyani mengungkapkan kabar serius mengenai kondisi ekonomi global yang semakin memburuk.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 21t120256.783
Menkeu Sri Mulyani usai Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (20/5) | Gambar: Ig/@smindrawati

MPN Indonesia 21 Mei 2025 - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kabar serius mengenai kondisi ekonomi global yang dinilai semakin memburuk dan dapat berdampak langsung pada Indonesia.

Dalam rapat paripurna DPR RI ke-18 Masa Persidangan III pada Selasa (20/5), ia menyatakan bahwa dunia saat ini dihadapkan pada ketidakpastian.

“Dunia akan terus dibayangi ketidakpastian akibat persaingan dan perang ekonomi, perang dagang, perang keuangan dan bahkan perang militer antar negara,” ujar Sri Mulyani, dikutip MPN Indonesia dari YouTube DPR RI.

Kontraksi Negara Mitra Dagang

Sri Mulyani menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi sejumlah negara mitra dagang Indonesia mulai menunjukkan kontraksi, yang memperlihatkan dampak nyata dari tekanan global tersebut.

Ia mencontohkan Korea Selatan yang mengalami kontraksi 0,1% year on year, kali pertama sejak COVID 2020 terjadi.

“Malaysia yang pada triwulan IV-2024 sempat tumbuh 4,9%, pada triwulan I-2025 hanya tumbuh 4,4%,” kata Sri Mulyani.

“Singapura yang menjadi hub dari perdagangan dan investasi global mengalami penurunan pertumbuhan yang signifikan dari triwulan sebelumnya tumbuh 5% menjadi hanya 3,8% year on year,” imbuhnya.

Pergeseran Kerja Sama Internasional

Sri Mulyani menekankan bahwa era globalisasi dan kerja sama internasional kini bergeser menjadi era fragmentasi, di mana negara-negara semakin mengedepankan kepentingan nasional melalui kebijakan proteksionisme.

Ia mengungkapkan bahwa blok perdagangan dan investasi yang dahulu menjadi tulang punggung kerja sama global kini ditinggalkan.

“Proteksionisme dan orientasi inward looking serta prinsip my country first telah mengancam dan menghancurkan kerja sama bilateral dan multilateral,” tegasnya.

Perubahan drastis dalam struktur kerja sama internasional ini menyebabkan gangguan serius pada rantai pasok global.

Baca Juga:  Harga Minyak Dunia Hari Ini 23 September 2026 Turun, Brent Kembali Berada di Bawah 100 Dolar per Barel

Menurut Sri Mulyani, gangguan ini berdampak langsung terhadap ekspor-impor, menyebabkan aliran modal keluar (capital outflow), serta meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Bahas Tarif Trump

Sri Mulyani juga membahas kebijakan tarif resiprokal Donald Trump terhadap 145 negara mitra dagang AS.

Ia menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan langkah yang mengingatkan pada era merkantilisme yang mendominasi abad ke-16 hingga ke-18.

“Jarum sejarah dunia seakan berputar balik mundur satu abad ke belakang di AS, atau bahkan mundur ke abad 16-18 sewaktu kebijakan Merkantilisme mendominasi dunia. Situasi ini memicu berbagai perubahan tatanan sosial, politik dan ekonomi di berbagai negara,” ungkap Sri Mulyani.

Ia juga menyoroti peran WTO yang dinilai tidak lagi berjalan efektif sebagai wadah penyelesaian sengketa dagang internasional.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending