Connect with us

Internasional

China Tuding AS Gunakan COVID-19 untuk Serang Negara Lain demi Tutupi Kegagalan Sendiri

China menuduh AS memanfaatkan COVID-19 untuk menyerang negara lain, termasuk China.

Logompn

Published

on

China tuding as gunakan isu covid 19 untuk serang negara lain demi tutupi kegagalan sendiri
China Tuding AS Gunakan Isu COVID-19 untuk Serang Negara Lain demi Tutupi Kegagalan Sendiri | Gambar: Xinhua News

MPN Indonesia 21 Mei 2025 - China menuduh Amerika Serikat (AS) memanfaatkan isu asal-usul COVID-19 untuk menyerang negara lain, termasuk China, dalam upaya mengalihkan perhatian dari kegagalan penanganan pandemi di dalam negeri.

Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Misi China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa pada Selasa (20/5).

Hal itu disampaikan sebagai respons terhadap komentar delegasi AS dalam sidang Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly/WHA) ke-78.

Kecam AS

Dikutip MPN Indonesia dari Xinhua News, juru bicara tersebut mengecam AS yang dianggap tidak konsisten dan tidak berdasar dalam menyerang negara-negara yang memberikan dukungan terhadap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ia menegaskan bahwa tuduhan dari AS bersifat manipulatif dan bertujuan menutupi kegagalan dalam merespons penyebaran penyakit menular seperti COVID-19.

Lebih lanjut, China mendesak AS untuk bersikap transparan terhadap masyarakat internasional dengan membagikan data awal kasus COVID-19, termasuk membuka informasi mengenai laboratorium biologis di Fort Detrick dan jaringan laboratorium luar negeri.

Jubir tersebut menyatakan bahwa manipulasi politis terhadap pandemi merupakan tindakan yang memalukan dan tidak akan berhasil.

Klaim China Berkomitmen terhadap Kerja Sama Global

Jubir itu menegaskan China berkomitmen terhadap kerja sama global dalam penanganan COVID-19.

Sejak awal pandemi, China disebut telah membagikan informasi dan urutan genetik virus secara dini kepada masyarakat internasional.

Selain itu, China juga mengirimkan bantuan medis dan keuangan kepada WHO serta 153 negara lainnya, termasuk AS.

China juga menyatakan dukungannya terhadap penyelidikan ilmiah mengenai asal-usul COVID-19 yang dipimpin WHO.

Beberapa tim ahli WHO telah diundang ke China untuk melakukan studi bersama. Hasil dari upaya ini menyimpulkan bahwa kebocoran laboratorium COVID-19 dari China adalah “sangat tidak mungkin”.

Baca Juga:  RI Buka Opsi Tunda Haji 2026 buntut Konflik Iran vs AS-Israel

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending