Connect with us

Internasional

Putin Kunjungi Wilayah Kursk Rusia Setelah Klaim Pengusiran Pasukan Ukraina

Putin kunjungi Kursk usai klaim Rusia usir Ukraina, sementara Kyiv bantah dan serangan udara kedua pihak terus berlanjut di tengah penolakan gencatan senjata.

Logompn

Published

on

Putin kunjungi wilayah kursk rusia setelah klaim pengusiran pasukan ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi wilayah Kursk pada Rabu (21/5). Gambar : Layanan Pers Kepresidenan Rusia melalui AP

MPN Indonesia 22 Mei 2025 - Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi wilayah Kursk pada Rabu (21/5), sehari setelah Kremlin mengklaim telah berhasil memukul mundur pasukan Ukraina dari wilayah tersebut.

Kunjungan ini menjadi yang pertama sejak Ukraina melancarkan serangan kejutan ke Kursk pada Agustus 2024, serangan yang membuat Rusia untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II kehilangan kendali atas wilayahnya sendiri.

Dalam kunjungan yang tidak diumumkan sebelumnya, Putin mendatangi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Kursk-2.

Media pemerintah menayangkan momen pertemuan Putin dengan para relawan yang mengenakan pakaian bertanda bendera Rusia dan huruf “V”, simbol invasi Rusia ke Ukraina.

“Apa yang kalian lakukan saat ini, dalam situasi sulit bagi wilayah dan negara ini, akan tetap menjadi hal paling bermakna dalam hidup kalian,” ujar Putin sambil menikmati teh bersama relawan, dikutip MPN Indonesia dari laman ABC27, Kamis (22/5).

Ukraina Bantah Mundur, Perang Masih Berlanjut di Perbatasan

Meski Rusia mengklaim telah mengusir pasukan Ukraina sejak 26 April, Ukraina membantah.

Menurut Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina, pasukannya masih aktif di wilayah perbatasan Kursk dan terus melakukan serangan efektif terhadap posisi Rusia.

Peta aktivitas militer terbaru menunjukkan keberadaan pasukan Ukraina di bagian perbatasan Rusia, memperkuat klaim bahwa operasi mereka belum berakhir.

Kursk, Simbol Strategis dalam Perang Rusia-Ukraina

Penetrasi Ukraina ke Kursk pada Agustus 2024 menjadi salah satu operasi militer paling berani sejak perang dimulai.

Serangan ini bertujuan mengalihkan perhatian Rusia dari ofensif besar-besaran di Donetsk dan mengekspos kelemahan pertahanan Rusia.

Baca Juga:  Harga Minyak Dunia Naik Tajam Dalam 5 Bulan Usai Serangan AS-Israel ke Fasilitas Nuklir Iran

Sejak akhir 2023, Rusia mengklaim dominasinya di medan perang kecuali di Kursk.

Untuk menutup celah ini, Moskow dilaporkan mendapat bantuan hingga 12.000 tentara dari Korea Utara, berdasarkan laporan dari Ukraina, AS, dan Korea Selatan.

Meski begitu, Ukraina tetap bertahan di sekitar wilayah perbatasan tersebut. Kunjungan Putin ke Kursk dinilai sebagai langkah simbolik untuk menegaskan bahwa Rusia kembali memegang kendali.

Putin juga menyatakan dukungan terhadap pembangunan museum yang mengenang “kepahlawanan para pembela dan warga” serta mendorong pemberian bantuan bulanan kepada keluarga yang mengungsi akibat konflik.

Putin Tolak Gencatan Senjata, Serangan Udara Terus Terjadi

Kunjungan ini juga mempertegas sikap Kremlin yang menolak usulan gencatan senjata dari AS dan Eropa.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyebut tawaran gencatan senjata hanya sebagai strategi Barat untuk memperkuat pertahanan Ukraina.

“Mereka ingin tenang-tenang mempersenjatai Ukraina dan memperkuat posisi defensif mereka,” kata Lavrov.

Sementara itu, konflik udara kian memanas. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menjatuhkan 262 drone dari malam 20 Mei hingga sore 21 Mei.

Sebanyak 16 drone menuju Moskow, menyebabkan penutupan sementara bandara-bandara utama seperti Domodedovo, Sheremetyevo, dan Zhukovsky.

Gangguan penerbangan juga terjadi di wilayah Ivanovo, Kaluga, dan Yaroslavl.

Di sisi lain, Ukraina melaporkan serangan drone Rusia yang menewaskan dua orang dan melukai lima lainnya di wilayah Sumy, serta empat korban luka di Kyiv akibat serpihan drone.

Ukraina membalas dengan meluncurkan serangan drone ke pabrik semikonduktor di Oryol, Rusia, fasilitas yang memproduksi peralatan elektronik militer. Sebanyak 10 drone diklaim menghantam target tersebut.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending