Connect with us

Internasional

Israel Serang Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Generator Listrik Terbakar

Pasukan militer Israel menyerang Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia, Gaza Utara, pada Senin malam (20/5).

Logompn

Published

on

Israel serang rumah sakit indonesia di gaza, tiga generator listrik terbakar
Israel Serang Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Tiga Generator Listrik Terbakar | Gambar: Reuters

MPN Indonesia 21 Mei 2025 - Pasukan militer Israel menyerang Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia, Gaza Utara, pada Senin malam (20/5), menyebabkan generator listrik terbakar dan memicu kebakaran besar.

Serangan ini terjadi saat rumah sakit sedang dikepung oleh pasukan Israel, yang telah melancarkan operasi darat besar-besaran di sejumlah wilayah Gaza.

Kehilangan Pasokan Listrik

Menurut Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Bursh rumah sakit kehilangan pasokan listrik akibat serangan udara tersebut.

Al-Bursh mengatakan kepada Anadolu, fasilitas tersebut menampung pasien dan orang-orang yang terluka yang sedang menjalani perawatan, serta memperingatkan bahwa pengeboman terhadap generator merupakan ancaman serius terhadap nyawa mereka.

Petugas Pertahanan Sipil Gaza menerima panggilan darurat dari pengelola rumah sakit mengenai kebakaran yang terjadi di generator eksternal dan menjalar ke bagian lain.

Namun, upaya pemadaman terkendala oleh kondisi keamanan yang semakin memburuk.

Al-Bursh menambahkan bahwa tank dan buldoser Israel telah mengepung rumah sakit sejak sehari sebelumnya.

Israel Kerap Serang RS di Gaza

Sejak serangan Israel dimulai pada 7 Oktober 2023, sistem kesehatan di Gaza mengalami kerusakan parah.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza, dari total 38 rumah sakit yang ada, hanya 19 yang masih berfungsi secara parsial, terdiri dari delapan rumah sakit publik dan 11 rumah sakit swasta.

Selain itu, sembilan rumah sakit lapangan menyediakan layanan darurat di tengah kondisi perang yang semakin memburuk.

Serangan terhadap fasilitas kesehatan telah berulang kali dikutuk karena dianggap melanggar hukum humaniter internasional.

“Militer terus menargetkan infrastruktur medis, menunjukkan pengabaian terhadap sistem kesehatan dan hukum internasional,” kata al-Bursh.

Baca Juga:  Perwakilan China di PBB Minta Gencatan Senjata Permanen Diterapkan di Gaza

Hingga saat ini, serangan militer Israel telah menyebabkan hampir 53.500 warga Palestina terbunuh, mayoritas dari mereka adalah perempuan dan anak-anak.

(ADN/NID/RAD)

Trending