Connect with us

Internasional

Menteri Pertanian Jepang Mundur usai Salah Ucap soal Beras

Menteri Pertanian Jepang, Taku Eto, mengundurkan diri pada Rabu (21/5).

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 22t102855.772
Menteri Pertanian Jepang, Taku Eto | Gambar: AP News

MPN Indonesia 22 Mei 2025 - Menteri Pertanian Jepang, Taku Eto, mengundurkan diri pada Rabu (21/5) setelah mendapat kecaman luas atas pernyataan kontroversialnya terkait konsumsi beras.

Kala itu Eto menghadiri sebuah acara penggalangan dana dan menyatakan bahwa dirinya tidak membeli beras karena terlalu banyak menerima sebagai hadiah dari para pendukung.

Komentar ini memicu kemarahan publik, terutama karena terjadi di tengah melonjaknya harga beras di Jepang. Alhasil banyak desakan dari partai oposisi agar Eto mundur dari jabatannya.

“Saya membuat pernyataan yang sangat tidak pantas pada saat konsumen sedang kesulitan menghadapi lonjakan harga beras,” kata Eto, dikutip MPN Indonesia dari AP News.

Eto Minta Maaf ke Masyarakat

Keputusan pengunduran diri Eto menambah tekanan terhadap Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba.

Eto menyerahkan surat pengunduran diri hanya beberapa jam sebelum Ishiba dijadwalkan menghadapi pertanyaan dari para pemimpin oposisi di parlemen.

“Saya bertanya pada diri sendiri apakah pantas bagi saya untuk tetap memimpin kementerian di saat kritis seperti sekarang, ketika harga beras melonjak. Saya menyimpulkan bahwa tidak,” ujar Eto.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas komentarnya yang disebutnya “sangat tidak pantas”.

Menteri Pertama yang Mundur

Pengunduran diri ini menjadikan Eto sebagai menteri kabinet pertama di bawah pemerintahan Ishiba yang mundur bukan karena kalah pemilu.

Ishiba sendiri mengaku bertanggung jawab penuh atas penunjukan Eto dan menyatakan siap menerima semua kritik.

Menurut sumber pemerintah, posisi menteri pertanian kemungkinan akan diisi oleh Shinjiro Koizumi, mantan Menteri Lingkungan Hidup yang populer dan pernah menjadi pesaing Ishiba dalam pemilihan ketua Partai Demokrat Liberal (LDP).

Baca Juga:  Profil Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan di Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran

Duduk Perkara

Komentar Taku Eto yang memicu kontroversi disampaikan dalam forum internal partai pada pekan sebelumnya.

“Saya tidak membeli beras. Karena para pendukung saya memberikannya begitu banyak. Stok di rumah saya sudah cukup untuk dijual,” kata Eto.

Meski kemudian mengklarifikasi bahwa komentarnya hanya gurauan, Eto mengakui bahwa ia telah “melampaui batas”.

Klarifikasi tersebut tidak meredam kritik dari oposisi dan bahkan beberapa anggota partai koalisi pemerintah.

Pernyataan Eto muncul di saat yang sangat sensitif, karena harga beras di Jepang sedang melonjak tajam, yakni dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemerintah pun telah memutuskan untuk melepas stok darurat beras hingga bulan Juli sebagai langkah menstabilkan harga.

(ELG/NID/RAD)

Trending