Connect with us

Internasional

Israel Perluas Serangan di Gaza, Netanyahu Tegaskan Hamas Akan Dilenyapkan

Militer Israel perluas serangan darat di Gaza, tekan Hamas. Konflik memicu krisis kemanusiaan dan kecaman internasional atas korban sipil.

Logompn

Published

on

Israel perluas serangan di gaza, netanyahu tegaskan hamas akan dilenyapkan
Israel Perluas Serangan di Gaza, Netanyahu Tegaskan Hamas Akan Dilenyapkan. Gambar: Xinhua News

MPN Indonesia 22 Mei 2025 - Militer Israel mengumumkan pada Selasa (20/5) akan memperluas serangan darat di Jalur Gaza sebagai bagian dari Operasi Kereta Perang Gideon, yang disebut sebagai tahap akhir kampanye militer mereka.

Langkah ini diambil setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel.

Pasukan Israel kini menguasai lebih banyak wilayah di Gaza dengan tujuan menghancurkan pertahanan Hamas dan mengakhiri konflik secara militer.

“Pasukan kami mendaratkan pukulan dahsyat yang akan bertambah kuat terhadap kubu pertahanan Hamas yang masih ada di Gaza,” tegas Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, seperti dikutip MPN Indonesia melalui laman Xinhua News, Kamis (22/5).

Ia menambahkan bahwa seluruh wilayah Gaza akan berada di bawah kendali keamanan Israel dan operasi ini merupakan kelanjutan upaya membasmi Hamas.

Dugaan Kematian Pemimpin Militer Hamas dalam Serangan Udara

Netanyahu mengumumkan kemungkinan tewasnya Mohammed Sinwar, pemimpin militer Hamas dan adik dari Yahya Sinwar, dalam serangan udara Israel baru-baru ini yang menyasar Rumah Sakit Eropa di Khan Younis pada 13 Mei.

“Tampaknya” Mohammed Sinwar tewas dalam serangan tersebut, meskipun belum ada konfirmasi resmi.

Otoritas kesehatan Gaza melaporkan serangan itu menewaskan enam orang, melukai 40 lainnya, dan menyebabkan kerusakan besar pada rumah sakit.

Syarat Israel untuk Mengakhiri Operasi Militer

Netanyahu menetapkan empat syarat utama untuk mengakhiri operasi militer, yakni pembebasan semua sandera Israel, penghapusan kepemimpinan Hamas, pelucutan total senjata Hamas, serta pelaksanaan rencana kontroversial Presiden AS Donald Trump terkait Gaza.

Baca Juga:  Prabowo Serukan Pimpinan Dunia untuk Fokus Membangun Gaza setelah Menderita Lama

Rencana Trump yang mengusulkan kontrol AS atas Gaza dan relokasi warga Palestina ke negara ketiga menuai kecaman luas dari berbagai pihak.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta komunitas internasional bertindak cepat atas situasi di Gaza yang ia sebut “katastropik dan tragis”.

Pada Rabu (21/5), Abbas menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya korban dan kerusakan infrastruktur akibat serangan Israel.

Kondisi Kemanusiaan Memburuk dan Sistem Bantuan yang Dikritik

Otoritas kesehatan Gaza melaporkan dalam lima hari pertama operasi terbaru ini, ratusan warga Palestina tewas, sehingga total korban sejak Oktober 2023 mencapai 53.655 orang.

Israel dan Amerika Serikat merencanakan sistem pengiriman bantuan kemanusiaan baru yang bertujuan mencegah Hamas mengakses bantuan.

Sistem ini akan dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni menggunakan organisasi kemanusiaan yang ada, mengerahkan perusahaan swasta AS untuk distribusi, dan membentuk “zona steril” bebas-Hamas di Gaza utara.

Namun, PBB menolak rencana ini. Juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Jens Laerke, menyatakan, “Kami tidak menerima usulan dan rencana yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip inti dasar kemanusiaan, yakni imparsialitas, netralitas, dan pengiriman bantuan yang independen.”

Rencana tersebut dinilai sebagai upaya Israel menguatkan kontrol atas Gaza dengan mengesampingkan peran PBB dan organisasi internasional lainnya.

Eskalasi Konflik dan Dampak pada Warga Palestina

Kondisi di lapangan terus memburuk, dengan banyak pengungsi Palestina terpaksa bertahan di tempat penampungan sementara serta kesulitan mengakses makanan dan layanan medis.

Peningkatan operasi militer Israel, termasuk serangan udara dan darat, bertujuan menghancurkan kekuatan Hamas di Gaza.

Namun, eskalasi ini juga memicu tuduhan pelanggaran hukum humaniter internasional akibat tingginya korban sipil.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending