Connect with us

Politik

Sri Mulyani Sebut Ekonomi Syariah Bisa jadi Solusi Kemiskinan

Sri Mulyani tegaskan ekonomi syariah bisa jadi solusi atasi kemiskinan global, dorong keadilan dan pembangunan berkelanjutan lewat zakat, wakaf, dan keuangan inklusif.

Logompn

Published

on

Sri mulyani sebut ekonomi syariah bisa jadi solusi kemiskinan
Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Gambar : Instagram/@smindrawati

MPN Indonesia 27 Mei 2025 - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa ekonomi syariah dapat menjadi solusi nyata dalam mengatasi kemiskinan global, terutama bagi negara berpendapatan rendah dan menengah.

Hal ini ia sampaikan dalam pembukaan International Islamic Economics and Finance Conference for Sustainable Development (IFESDC 2025) yang digelar secara daring dari Washington, DC Kamis Rabu (22/5).

“Gerakan ekonomi dan keuangan syariah harus menjadi bagian dari solusinya,” ujar Sri Mulyani dalam pidatonya, sebagaimana dikutip MPN Indonesia melalui laman resmi Kemenkeu, Selasa (27/5).

Konferensi Bahas Strategi Ekonomi Syariah

Konferensi IFESDC 2025 mengangkat tema “Mengentaskan Kemiskinan dan Meningkatkan Kesejahteraan untuk Pembangunan Berkelanjutan”.

Acara ini menjadi forum strategis bagi lebih dari 200 peserta dari 11 negara untuk membahas peran sistem keuangan syariah dalam menghadapi tantangan ketimpangan ekonomi global.

Dalam forum tersebut, Sri Mulyani menyoroti pentingnya pendekatan baru dalam pembangunan yang berlandaskan prinsip keadilan dan keberlanjutan.

Partisipasi aktif Kementerian Keuangan memperkuat posisi Indonesia dalam mendorong kebijakan inklusif berbasis ekonomi syariah.

Zakat dan Wakaf Jadi Fokus Pembiayaan Inklusif

Berbagai topik dibahas dalam sesi panel, termasuk integrasi zakat dan wakaf ke dalam sistem pembangunan nasional, serta pembiayaan mikro bagi kelompok rentan.

Keuangan sosial syariah dianggap berperan penting dalam distribusi keadilan dan penguatan daya tahan ekonomi masyarakat miskin.

Menteri Agama Nasaruddin Umar turut menyampaikan bahwa kepemimpinan yang inklusif dan etis sangat dibutuhkan dalam mendorong ekonomi syariah sebagai bagian dari pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Menurutnya, “Ekonomi syariah, jika dikembangkan dengan tepat, memiliki potensi besar dalam menyelesaikan persoalan-persoalan struktural seperti kemiskinan dan ketimpangan sosial.”

Baca Juga:  Momen Sri Mulyani Menangis di Pelukan Suami saat Sertijab dan Diberi Mawar Putih oleh Pegawai Kemenkeu

Komitmen Indonesia dalam Arsitektur Ekonomi Global

Melalui forum ini, Indonesia menunjukkan komitmen untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi global yang adil dan inklusif.

Kementerian Keuangan menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan sektor dalam menciptakan sistem keuangan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat miskin.

Ekonomi syariah tidak hanya menjadi alternatif, tetapi juga bagian dari solusi jangka panjang dalam menangani kemiskinan dan memperkuat pemerataan ekonomi secara global.

(AKM/NID/RAD)

Trending