Connect with us

Berita

Tolak Relokasi, Ratusan Pedagang Pasar Bogor Geruduk Gedung Balai Kota

Ratusan pedagang Pasar Bogor menggelar demonstrasi di depan Balai Kota Bogor pada Senin (2/6).

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 03t145310.854
Ratusan pedagang Pasar Bogor demonstrasi di depan Gedung Balaikota Bogor, Senin (2/6) | Gambar: MPN Indonesia/Dimas

Jawa Barat, MPN Indonesia 3 Juni 2025 - Ratusan pedagang Pasar Bogor menggelar aksi demonstrasi di depan Balai Kota Bogor pada Senin (2/6).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana relokasi yang dinilai dilakukan secara sepihak dan tanpa melibatkan aspirasi para pedagang.

Para pedagang menyatakan bahwa mereka merasa terintimidasi dengan adanya surat edaran yang menyebutkan aktivitas di Pasar Bogor akan dihentikan mulai 6 Juni mendatang seiring dimulainya proses revitalisasi.

Dalam surat tersebut, disebutkan akan dilakukan pemagaran area pasar dan pemadaman listrik secara menyeluruh.

“Ini yang kita anggap semua yang disampaikan dalam surat edaran itu adalah bentuk ancaman dan intimidasi terhadap pedagang Pasar Bogor,” ujar perwakilan pedagang, Hudaya, kepada wartawan di lokasi.

Pedagang Tak Tolak Revitalisasi, Asal Ada Dialog

Hudaya menegaskan, para pedagang tidak menolak pembangunan atau perbaikan pasar.

Namun mereka menginginkan keterlibatan aktif dalam proses perencanaan dan pelaksanaan revitalisasi agar hak dan kepentingan mereka tetap dihormati.

“Harus ada komunikasi terkait penanganan nasib pedagang, sebelum maupun pasca revitalisasi,” tegas Hudaya.

“Kami sesungguhnya tidak menentang apa pun itu untuk perkembangan, untuk perbaikan di Kita Bogor. Kami sangat mendukung, selama selama itu ada keberpihakan kepada semua pihak, artinya baik untuk semua,” sambungnya. 

Minta Pasar Tradisional Dipertahankan

Dalam aksi tersebut, para pedagang juga menyampaikan harapan agar Pasar Bogor tetap dipertahankan sebagai pasar tradisional.

Mereka meminta agar pemerintah dan PD Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) membuka forum komunikasi dan re-negosiasi yang melibatkan semua pihak terkait.

“Kita hanya minta Pasar Bogor dipertahankan sebagai pasar tradisional, pasar rakyat yang menjual berbagai komoditas, baik pasar basah maupun pasar bersih,” jelas Hudaya.

Baca Juga:  Gedung DPRD Makassar Dibakar Massa saat Ada Rapat Paripurna, 3 Orang Tewas

Isu di Kalangan Pedagang

Adapun isu yang berkembang di kalangan pedagang adalah bahwa revitalisasi Pasar Bogor akan mengubahnya menjadi pasar tematik yang dilengkapi dengan hotel dan pusat kuliner.

Rencana tersebut menuai kekhawatiran pedagang karena dikhawatirkan akan menggeser keberadaan pasar rakyat yang sudah ada.

“Nah ini yang kita tolak. Selama itu kita masih diakomodir (berjualan), dengan jumlah pedagang yang ada saat ini, mau nantinya jadi satu lantai atau dua lantai, kalau memang memadai, kita tidak ada masalah. Itu yang paling inti,” pungkas Hudaya.

(DIM/NID/RAD)

Trending