Connect with us

Viral

Cho Yong Gi Merasa Dikriminalisasi, Sulit Bahagia di Indonesia

Cho Yong Gi, mahasiswa UI, merasa dikriminalisasi terkait kasus May Day. Ia terima dukungan publik dan ajak masyarakat waspada penyalahgunaan kekuasaan.

Logompn

Published

on

Cho yong gi merasa dikriminalisasi, sulit bahagia di indonesia
Cho Yong Gi, mahasiswa jurusan Filsafat Universitas Indonesia (UI). Gambar : X/@ChoYongGii

MPN Indonesia 9 Juni 2025 - Cho Yong Gi, mahasiswa jurusan Filsafat Universitas Indonesia (UI), menyatakan perasaannya setelah resmi ditetapkan tersangka dalam kasus kerusuhan aksi May Day di depan Gedung DPR/MPR RI.

Ia mengaku merasa dikriminalisasi, sehingga sulit menemukan kebahagiaan selama tinggal di Indonesia.

Dikutip MPN Indonesia melalui akun X @ChoYongGii pada Senin (9/5), Cho menulis, “Mungkin nggak bisa bahagia selalu karena situasi di Indo ya, tetapi di tengah ombang-ambing ini malah kita bisa bahagia dari hal-hal kecil.”

Tuduhan dan Penangkapan Saat Menjadi Relawan Medis

Cho dituduh melempar sesuatu ke aparat kepolisian saat bertugas sebagai relawan medis dalam aksi tersebut.

Selain itu, ia bersama tiga relawan lain mengalami kekerasan fisik saat penangkapan.

Ia menghadapi tiga pasal, termasuk penghinaan terhadap presiden dan wakil presiden.

Cho menegaskan, “Hari ini, kami yang dikriminalisasi, besok kriminalisasi bisa jadi dialami oleh kalian atau orang di sekitar kalian yang melawan kemunafikan. Ayo saling jaga, ayo ikut melawan.”

Rasa Khawatir dan Dukungan Publik

Situasi ini membuat Cho merasa kesepian dan khawatir keselamatan orang di sekitarnya.

“Aku takut kawan-kawan ikut terseret dan kebawa dalam kasus penangkapan May Day. Makanya sebulan ini aku membatasi interaksi penuh supaya orang-orang di sekitarku aman,” ujarnya.

Meski demikian, dukungan publik yang melimpah memberinya harapan. Setelah keluar dari ruang pemeriksaan pada malam 5 Juni, Cho menerima ratusan pesan dukungan.

“Aku nggak tau ternyata sebanyak ini dukungan publik sampai kemarin malam keluar dari ruang pemeriksaan jam 9 malam,” kata Cho.

Baca Juga:  Viral! Guru di Bandung Barat Minta Maaf usai Tugasi Siswa Gambar Alat Vital

Ia juga mengungkapkan rasa haru atas solidaritas yang muncul.

“Mungkin karena kemarahan kita pada pihak yang samalah sebabnya: kemarahan pada akar berbagai permasalahan struktural,” tulisnya.

Harapan dan Pesan untuk Publik

Cho berharap kasusnya bisa menjadi peringatan untuk masyarakat agar waspada terhadap potensi penyalahgunaan kekuasaan.

“Akhir kata, aku berdiri bersama kawan-kawan yang mengalami kriminalisasi di aksi May Day,” tegasnya.

Meski sulit menemukan kebahagiaan penuh, Cho mencoba menghargai hal-hal kecil.

Dalam balasannya kepada warganet yang mendoakannya, ia menulis, “Aku harap kau juga sehat, bahagia (kadang), dan dilindungi Tuhan. Hehehe guyon loh ya kadangnya, aku harap yang terbaik dan realistis kawan.”

(AKM/NID/RAD)

Trending