Connect with us

Berita

PBNU Ingin Indonesia jadi Pusat Syariah Dunia

PBNU berencana menjadikan Indonesia sebagai pusat syariah dunia.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 12t113334.399
Ketum PBNU Gus Yahya Staquf saat menerima kunjungan Harvest Advizor Financial Holdings dan Power Pro Pte Ltd di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (10/6) | Gambar: TV NU

MPN Indonesia 12 Juni 2025 - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya berencana menjadikan Indonesia sebagai pusat syariah dunia.

Inisiatif ini tercetus saat pertemuan PBNU dengan Harvest Advizor Financial Holdings dan Power Pro Pte Ltd di lantai 3 Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Selasa (10/6).

PBNU Bentuk Technical Working Group

Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia PBNU (Lakpesdam PBNU), Ufi Ulfiah menjelaskan PBNU telah membentuk Technical Working Group yang melibatkan berbagai pihak.

Di antaranya ada Harvest Syariah Fund sebagai penasihat investasi di bidang investasi syariah internasional dan ahli teknologi dari Power Pro.

“PBNU membentuk Technical Working Group semacam satu entitas yang terdiri dari PBNU sebagian organisasi masyarakat di Indonesia, kemudian Harvest Syariah Fund mereka adalah Advisor investment dalam syariah investment yang based di area kerjanya di berbagai negara, kemudian satu lagi yaitu ahli teknologi Power Pro yang tadi juga turut hadir,” jelas Ufi, dikutip MPN Indonesia dari laman NU Online.

Menurut Ufi, inisiatif ini didorong oleh potensi besar yang dimiliki Indonesia dalam pengembangan ekosistem syariah global.

“Indonesia sebenarnya punya modal untuk menjadi salah satu negara terdepan dalam pusat syariah dunia, karena populasi Muslim kita paling banyak di dunia, kemudian ulama di Indonesia juga sangat banyak dan memiliki keilmuan yang sangat-sangat memadai,” paparnya.

Infrastruktur Keuangan Syariah

PBNU saat ini tengah merancang pengembangan infrastruktur keuangan yang sesuai prinsip syariah.

“PBNU ingin mulai mengembangkan visi ini melalui berbagai kemitraan strategis. Rencana besarnya adalah kita ingin membangun infrastruktur keuangan yang syar’i. Harvest ini adalah institusi atau syariah advisor yang sudah memiliki portofolio mengelola dana-dana syariah dari berbagai negara tetapi dengan sistem syar’i,” terang Ufi.

Baca Juga:  Pemerintah Bebaskan PPh 21 untuk Karyawan Gaji di Bawah Rp10 Juta Sepanjang 2026

Dalam pertemuan tersebut, Managing Director Harvest Advizor Financial Holdings Andrew Tan juga menegaskan komitmen untuk mendukung visi PBNU.

“Kami ingin memperluas kerja sama dengan PBNU untuk bisa menjadikan Indonesia sebagai pusat syariah dunia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Andrew menekankan pentingnya menciptakan ekosistem yang progresif dan terhubung secara global.

“Di saat yang sama, kami mencoba menciptakan ekosistem yang lebih baik berdasarkan kriteria dan pedoman PBNU di Indonesia dan terhubung dengan seluruh dunia,” ungkapnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending