Connect with us

Berita

Kemensos Luncurkan Penebalan Bansos untuk 18,3 Juta Penerima pada Juni 2025

Kemensos menyalurkan Penebalan bansos sembako pada Juni 2025 kepada sekitar 18,3 juta KPM.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 13t115549.589
Kemensos Luncurkan Penebalan Bansos untuk 18,3 Juta Penerima pada Juni 2025 | Gambar: Ilustrasi AI by MPN Indonesia/Dinda

MPN Indonesia 13 Juni 2025 - Kementerian Sosial (Kemensos) mulai menyalurkan Penebalan Bantuan Sosial (bansos) Sembako pada Juni 2025 kepada sekitar 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.

Program bantuan sosial ini merupakan bagian dari paket stimulus yang diinisiasi Prabowo Subianto untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Penyaluran penebalan bansos ini dilakukan dalam bentuk tambahan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp200 ribu per bulan untuk periode Juni dan Juli.

“Kita luncurkan juga di bulan Juni ini penebalan bansos, tambahan untuk mereka yang menerima sembako/BPNT, Bantuan Pangan Non Tunai sebesar Rp200 ribu dikali dua bulan, bulan Juni dan bulan Juli,” kata Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) usai memimpin rapat pimpinan di Gedung Kemensos, Jakarta, Rabu (11/6).

Melalui penebalan bansos ini, Kemensos berharap beban masyarakat dapat berkurang, daya beli semakin kuat, dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional meningkat.

Penyaluran Bansos Triwulan II Sedang Berproses

Selain penebalan bansos, proses penyaluran bansos triwulan II juga terus berjalan. Hingga saat ini, penyaluran bantuan sosial sembako sudah mencapai 95,5 persen dari total 18.277.083 KPM sembako dan 10 juta KPM Program Keluarga Harapan (PKH).

Sisanya, sebanyak 4,5 persen atau sekitar 805 ribu KPM sedang dalam proses pembukaan rekening kolektif (Burekol). Dari jumlah tersebut, 654 ribu KPM merupakan penerima PKH.

Dalam upaya memastikan program bantuan sosial ini tepat sasaran, Kemensos membuka ruang partisipasi publik melalui fitur usul sanggah di aplikasi Cek Bansos. Pemutakhiran data dilakukan secara berkala setiap tiga bulan.

Baca Juga:  Menko PMK Ungkap Pemda Terdampak Karhutla Dapat Bantuan Rp1,235 Triliun

“Ini bentuk pemerintah membuka partisipasi publik untuk ikut membuat bansos ini tepat sasaran. Jadi kita ada jalur formal, tapi kita juga ada jalur cek bansos. Ini mohon untuk bisa disampaikan ke publik mereka boleh untuk ikut berpartisipasi lewat aplikasi cek bansos,” ujar Gus Ipul.

Transisi Penggunaan Data DTSEN

Penyaluran bansos triwulan II ini juga menjadi bagian dari transisi pemanfaatan data dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Sebelumnya ditengarai penyaluran bansos banyak yang tidak tepat sasaran, strategi Presiden Prabowo adalah dengan memperbaiki data lewat DTSEN sesuai Inpres No. 4 Tahun 2025,” kata Gus Ipul.

Menanggapi isu pengalihan anggaran, Gus Ipul menegaskan bahwa anggaran bantuan sosial tidak dialihkan untuk keperluan lain, termasuk anggaran sekolah rakyat.

“Presiden merintahkan kepada kita dari awal tidak mengubah anggaran bansos dan malah ditambah sama presiden, yang jadi penting itu buat kita adalah bansos lebih tepat sasaran,” kata Gus Ipul.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending