Connect with us

Ekonomi

Peserta PKN I Angkatan LX 2024 Serahkan Rekomendasi Investasi Kelapa Sawit kepada Airlangga Hartarto

Airlangga Hartarto, menerima Policy Brief mengenai transformasi tata kelola kebijakan investasi kelapa sawit untuk pembangunan berkelanjutan.

Actress 1299250

Published

on

Peserta PKN I Angkatan LX 2024 Serahkan Rekomendasi Investasi Kelapa Sawit kepada Airlangga Hartarto
Transformasi Tata Kelola Kebijakan Investasi. Gambar: Dok. Istimewa

MPN Indonesia 3 Oktober 2024 - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima penyerahan Policy Brief yang disusun oleh peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) I Angkatan LX Tahun Ajaran (TA) 2024.

Penyerahan ini berlangsung di Ruang Rapat Graha Sawala, Gedung Ali Wardhana, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, pada Rabu (2/10).

Policy Brief ini disampaikan oleh DR Kuntadi SH MH dan DR Teguh, yang menjadi perwakilan dari peserta PKN I.

Fokus pada Investasi Kelapa Sawit

Gambar: Dok. Istimewa

Tema utama dalam Policy Brief yang diserahkan adalah Transformasi Tata Kelola Kebijakan Investasi Kelapa Sawit untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan.

Isu ini diangkat mengingat pentingnya kelapa sawit bagi perekonomian Indonesia.

Kelapa sawit menyumbang 59 persen dari produksi global dan 24 persen dari konsumsi minyak sawit dunia.

Selain itu, sektor ini berkontribusi 3,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menghasilkan lebih dari USD 25 miliar dari ekspor nonmigas, dan menciptakan lapangan kerja untuk lebih dari 16 juta orang.

Namun, berbagai tantangan masih membayangi investasi kelapa sawit di Indonesia, seperti perizinan, ketenagakerjaan, dan hilirisasi.

Selain itu, tantangan baru akan datang dengan rencana penerapan regulasi deforestasi dari Uni Eropa (EU Deforestation Regulation) pada awal 2025, yang mensyaratkan ketelusuran rantai pasok yang ketat.

Rekomendasi untuk Penguatan Kebijakan Kelapa Sawit

Gambar: Dok. Istimewa

Peserta PKN I Angkatan LX melakukan telaah kritis terhadap beberapa regulasi dan kebijakan terkait kelapa sawit, termasuk dalam hal perizinan, ketenagakerjaan, dan kemitraan kebun. Dari hasil telaah tersebut, terdapat lima rekomendasi yang disampaikan kepada Menko Perekonomian, yaitu:

  • Penegakan hukum yang lebih efektif dengan audit dan penyelarasan peraturan perundang-undangan.
  • Peningkatan aturan ketenagakerjaan sesuai dengan standar internasional.
  • Pembentukan badan khusus yang memiliki kewenangan terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk mengatur tata kelola kelapa sawit.
  • Peningkatan pengawasan kolaboratif.
  • Kebijakan percepatan hilirisasi kelapa sawit dengan dukungan sumber daya manusia berkualitas, riset, dan infrastruktur.
  • Respons Menko Perekonomian
Baca Juga:  Pemprov Jakarta Bakal Ganti 100 Angkot Tua dengan Mobil Listrik Mulai Desember

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan apresiasi terhadap rekomendasi yang disusun oleh peserta PKN I Angkatan LX TA 2024.

“Peningkatan tata kelola kelapa sawit sudah dimulai sejak tahun 1990-an, dan penataan terus dilakukan, termasuk melalui UU Cipta Kerja. Solusi yang diambil harus mendahulukan aspek perdata agar negara tetap mendapatkan nilai ekonomi dari kelapa sawit,” jelas Airlangga Hartarto.

Ia juga menjelaskan beberapa langkah yang telah dilakukan pemerintah untuk mengoptimalkan sektor kelapa sawit, seperti pengembangan peta lahan yang lebih akurat, termasuk peta skala 1:50.000 yang sudah selesai untuk Pulau Sulawesi, serta pengembangan biodiesel B35 yang ditargetkan meningkat ke B40 untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Airlangga juga menekankan pentingnya mencari pasar alternatif dan fokus pada hilirisasi produk kelapa sawit, khususnya di tengah rencana regulasi deforestasi Uni Eropa.

“Persyaratan Uni Eropa sangat ketat, dan kita perlu mencari pasar lain serta fokus pada hilirisasi kelapa sawit di dalam negeri, seperti biofuel,” tambahnya.

Penutupan Acara dan Harapan

Pada akhir acara, Airlangga Hartarto mengucapkan selamat kepada peserta PKN I Angkatan LX TA 2024 dan berharap agar seluruh peserta lulus dengan baik.

Ia juga menekankan bahwa pengalaman dari tata kelola kelapa sawit bisa menjadi pelajaran berharga untuk pengelolaan investasi perkebunan lainnya di Indonesia.

Acara ditutup dengan penyerahan simbolis Buku Policy Brief oleh Ketua Angkatan LX TA 2024, DR Mulyadin Malik, diikuti dengan foto bersama seluruh peserta.

Trending