Connect with us

Berita

Pemprov Jakarta Bakal Ganti 100 Angkot Tua dengan Mobil Listrik Mulai Desember

Pemprov DKI Jakarta akan mengganti 100 angkot tua dengan Mikrotrans listrik mulai Desember 2025, lengkap dengan pelatihan sopir dan teknologi ramah lingkungan.

Logompn

Published

on

Pemprov jakarta bakal ganti 100 angkot tua dengan mobil listrik mulai desember
JakLingko. Gambar : Dok. Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta

MPN Indonesia 19 November 2025 - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengganti 100 unit angkutan kota (angkot) tua dengan Mikrotrans listrik mulai Desember 2025.

Program ini bertujuan meremajakan armada sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan penumpang di Ibu Kota.

Tahap pertama penggantian akan menghadirkan 50 unit Mikrotrans listrik pada Desember 2025, diikuti 50 unit lagi pada Februari 2026.

“Tahap pertama untuk 50 unit pada Desember 2025 dan tahap kedua 50 unit pada Februari 2026,” ujar Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi, Cyril Raoul Hakim alias Chico Hakim, dalam keterangan tertulis (17/11).

Tiga operator akan mengelola armada baru ini, yaitu Koperasi Wahana Kalpika (KWK), Mayasari Bakti, dan Steady Safe, yang sebelumnya telah menjadi mitra Pemprov DKI dalam pengelolaan angkot.

Mikrotrans listrik dilengkapi AC, CCTV, GPS, dan fitur keselamatan lainnya.

Peremajaan Angkot dalam Dua Tahap

Program ini menggunakan teknologi Electric Vehicle (EV) dan akan melayani rute yang sebelumnya dijalankan angkot konvensional.

Selain pembaruan armada, program ini juga fokus pada pemberdayaan sumber daya manusia.

Sopir angkot lama akan mengikuti pelatihan ulang dan mendapat prioritas untuk mengemudikan unit baru jika lulus.

“Program ini adalah investasi SDM, bukan hukuman. Kami dengar keluhan masyarakat, tapi juga jaga kesehatan sopir,” jelas Chico Hakim.

Pemprov DKI tidak mengurangi jumlah sopir yang ada.

Sopir yang tidak lulus pelatihan dua kali tetap bisa mengikuti pelatihan remedial gratis atau dipindahkan ke rute lain di luar layanan Mikrotrans, misalnya jalur feeder BRT.

Evaluasi Pengemudi dan Sertifikasi

Langkah peremajaan ini disertai evaluasi perilaku sopir. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, pemerintah menerima 1.127 laporan masyarakat terkait pengemudi angkot.

Baca Juga:  Usai Bertemu Zidane, Prabowo Mau Tiap Sekolah Baru Punya Lapangan Sepak Bola

Rinciannya, 68 persen keluhan karena sopir ugal-ugalan, 22 persen karena bersikap judes, dan 10 persen karena membawa anggota keluarga saat bertugas.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo memerintahkan tindakan tegas.

“Untuk sopir JakLingko yang ugal-ugalan, saya sudah minta kepada Kepala Dinas Perhubungan untuk menertibkan dan melakukan pelatihan,” ujar Pramono dalam keterangan tertulis pada Jumat (14/11).

Pelatihan ulang akan diselenggarakan oleh TransJakarta Academy dengan materi Defensive Driving, Service Excellence, Safety & Emergency, Digital Ticketing, dan Etika Profesi.

Setelah pelatihan, sopir akan mendapatkan sertifikat resmi dari LSP TransJakarta yang berlisensi BNSP (No. LSP-2024-001) dan berlaku selama tiga tahun.

Pemprov DKI menargetkan pelatihan bagi 1.000 sopir baru untuk memperkuat armada Mikrotrans.

Fokus pada Transportasi Ramah Lingkungan

Program ini mendukung kebijakan Pemprov DKI menghadirkan layanan publik yang ramah lingkungan, efisien, dan berstandar keselamatan tinggi.

Selain mengganti angkot tua, program ini diharapkan meningkatkan kualitas layanan dan memperbaiki citra angkutan kota di Jakarta.

Kebijakan pemerintah ini sejalan dengan program evaluasi dan pengembangan pramudi yang sedang dijalankan pemerintah daerah sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan transportasi umum di Ibu Kota.

(AKM/NID/RAD)

Trending