Connect with us

Berita

Bali akan Bangun MRT, Pemprov Jakarta Beri Konsultasi dan Pendampingan

Pemprov Bali gandeng Pemprov Jakarta guna membangun MRT untuk mengatasi kemacetan yang kian parah.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 17t095905.593
MRT di Stasiun ASEAN | Gambar: MPN Indonesia/Radhita

Bali, MPN Indonesia 17 Juni 2025 - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menggandeng Pemprov Jakarta dalam pembangunan moda raya terpadu (MRT) guna mengatasi kemacetan yang kian parah di Pulau Dewata.

Kerja sama ini dimulai melalui perjanjian pendahuluan yang ditandatangani di Denpasar pada Jumat (13/6), mencakup jasa konsultasi serta pendampingan teknis.

PT MRT Jakarta akan berperan aktif dalam alih pengetahuan dan berbagi praktik terbaik sebagai bagian dari pendampingan kebijakan transportasi ini.

Diminta Langsung oleh Gubernur Bali

Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, mengonfirmasi bahwa Bali telah menjalin komunikasi sejak tiga tahun lalu untuk membentuk kolaborasi dalam pembangunan jaringan transportasi.

“Jadi bayangin, kemarin saya diperintahkan sama Pak Gub ke Bali. Ternyata Bali ini sudah tiga tahun yang lalu ingin kerja sama dengan Jakarta membangun jaringan transportasi kereta api,” ujar Rano dalam diskusi di Jakarta Future Festival, Taman Ismail Marzuki, Minggu (15/6).

“Jadi kita akan bantu Bali membuat MRT. Karena Bali kalau tidak segera membangun transportasinya, macetnya luar biasa,” imbuhnya.

Namun, Rano Karno mengungkapkan bahwa proyek ini memerlukan biaya besar, terlebih bila harus membangun MRT bawah tanah akibat aturan adat Bali yang melarang bangunan lebih tinggi dari pura.

“Sekarang kan problemnya gini. Bali itu kan ada adat yang nggak boleh tinggi dari pura. Nah, kemarin diskusi ‘Pak Gub kalau semuanya bawah, ongkosnya tiga kali lipat’, ‘Waduh’, ‘Mahal’,” jelas Rano menirukan percakapan dengan Gubernur Bali.

Menurut Rano, estimasi pembangunan MRT bawah tanah di Jakarta mencapai Rp1,1 triliun per kilometer, sedangkan kemampuan anggaran Bali hanya Rp 7 triliun.

Baca Juga:  Menag Prediksi Hari Raya Idul Fitri Jatuh pada 31 Maret 2025

“Waduh, APBD di Bali cuma Rp 7 triliun,” katanya menirukan percakapan lagi.

Alasan Bali Bangun MRT

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan bahwa pembuatan MRT ini sebagai solusi mengatasi kemacetan di Bali.

Pasalnya, kondisi lahan di Bali tak memungkinkan untuk membangun transportasi di atas, sedangkan perluasan jalan pun juga tak bisa lagi dilakukan.

“Kami sangat butuh fasilitas MRT ini karena di Bali pembangunan jalan di atas tidak boleh. Kiri-kanan sudah rapat, bukan sekedar rumah biasa tapi bangunan pura dan segala macam,” jelas Koster, Jumat (13/6).

“Jadi satu-satunya cara adalah pembangunan ke bawah,” ucapnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending