Connect with us

Berita

Lebih dari 1,3 Juta Orang Gagal Terima Bansos, Ini Penyebabnya

1.323.459 KPM gagal menerima bansos PKH dan sembako pada triwulan kedua 2025.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 19t134302.771
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (tengah) saat konferensi pers di Kantor Kemensos, Rabu (18/6) | Gambar: Dok. Kemensos

MPN Indonesia 19 Juni 2025 - Sebanyak 1.323.459 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) gagal menerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan sembako pada triwulan kedua 2025.

Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkapkan berbagai kendala menjadi penyebab utama belum tersalurnya bantuan tersebut.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menyampaikan hingga pertengahan Juni 2025, penyaluran bansos PKH telah mencapai 80 persen atau sekitar 7.991.160 KPM.

Sementara itu, bansos sembako telah disalurkan kepada lebih dari 14 juta KPM atau 78 persen.

“Kita harapkan minggu ini tuntas, kecuali memang ada beberapa KPM yang gagal salur, yaitu sebanyak 1.323.459 KPM,” kata Gus Ipul dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (18/6).

Penyebab Bansos Tak Tersalurkan ke 1,3 Juta Orang

Beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan penyaluran antara lain rekening tidak aktif, rekening tidak ditemukan, serta ketidaksesuaian data seperti perbedaan nama dan nomor rekening.

“Tentu kami bersama Badan Pusat Statistik (BPS) akan berkoordinasi dengan Himbara untuk menemukan rekening tidak aktif dan tidak ditemukan,” ujar Gus Ipul.

Ia menambahkan bahwa jika diperlukan, Kemensos akan berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri lebih jauh validitas rekening-rekening tersebut.

“Supaya kita bisa tahu lebih jauh apakah rekening-rekening ini memang valid untuk menerima transfer atau mungkin ini ada hal-hal aneh yang perlu ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Kemensos juga mencatat bahwa sebagian KPM belum menerima bansos karena ada perbedaan nama dan nomor rekening penerima.

Selain itu, perpindahan mekanisme penyaluran dari PT Pos Indonesia ke bank-bank Himbara turut memengaruhi.

Baca Juga:  Prabowo Beri Bantuan 200 Becak Listrik Gratis ke Kediri

Proses pembukaan rekening kolektif yang memerlukan waktu turut memperlambat penyaluran.

“Jadi, kita juga perlu waktu sedikit karena buka rekening kolektif memerlukan waktu,” kata Gus Ipul.

Masyarakat Diminta Lapor

Gus Ipul mengimbau masyarakat yang belum menerima bansos untuk aktif melapor melalui jalur resmi, seperti aplikasi Cek Bansos, pendamping PKH, dinas sosial, atau BPS daerah.

“Kita siapkan jalur formal dan partisipasi. Kita buka seluas mungkin bagi masyarakat yang ingin menyampaikan usul sanggah,” tegasnya.

Terkait rencana penebalan bansos, Gus Ipul memastikan akan diberikan kepada 18,3 juta KPM penerima bantuan sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada triwulan kedua.

“Ini sudah siap ditransfer penebalan bansosnya. Kita tinggal tunggu koordinasi dengan Himbara,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menegaskan bahwa pihaknya terus menjaga komunikasi dengan Kemensos dalam menangani persoalan gagal salur.

“Kita mencermati tadi ada beberapa faktor, rekening tidak aktif, perbedaan, dan sebagainya,” kata Ateng.

Ia juga menekankan pentingnya pembaruan data penerima bansos secara berkala.

“Kolaborasi kami dengan Kemensos akan terus dijaga komunikasinya,” tutupnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending