Connect with us

Politik

SBY Sebut Masa Depan Dunia Ditentukan 5 Orang Kuat Ini

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut masa depan dunia berada di tangan lima tokoh berpengaruh.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 23t150901.805
SBY Sebut Masa Depan Dunia Ditentukan 5 Orang Kuat Ini | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 23 Juni 2025 - Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyebut masa depan dunia berada di tangan lima tokoh dan figur publik berpengaruh.

Lima tokoh yang dimaksud adalah Benjamin Netanyahu, Ali Khamenei, Donald Trump, Vladimir Putin, dan Xi Jinping.

“Masa depan dunia, dari sisi perdamaian dan keamanan, ke depan ini akan ditentukan oleh lima orang kuat (strong men),” kata SBY di akun X pribadinya, @sbyudhoyono pada 19 Juni lalu.

“Yang pertama dan kedua adalah Benjamin Netanyahu dan Ali Khamenei. Sedangkan yang ketiga, keempat, dan kelima (yang lebih kuat lagi) adalah Donald Trump, Vladimir Putin, dan Xi Jinping,” imbuhnya.

Wanti-Wanti soal Kehati-hatian

Menurut SBY, lima tokoh dan figur publik tersebut memiliki peran sentral dalam menentukan arah keamanan global.

SBY menyoroti bahwa keputusan para pemimpin ini, baik dalam merespons situasi regional maupun global, dapat membawa dampak besar terhadap stabilitas internasional.

Ia juga memberikan peringatan mengenai potensi bahaya jika terjadi kesalahan perhitungan atau keputusan dari kelima tokoh dan figur publik tersebut.

“Jangan ada salah keputusan dan ‘miscalculation’ (salah hitung). Kalau gegabah dan salah, akan menimbulkan kematian dan kehancuran yang dahsyat di banyak bangsa dan negara,” tegas SBY.

Soroti Ketegangan di Timur Tengah

SBY juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap perkembangan situasi di Timur Tengah.

Ia menilai bahwa kondisi di kawasan tersebut semakin berbahaya dan berpotensi memicu malapetaka global jika konflik yang terjadi tidak terkendali.

“Saat ini, situasi di Timur Tengah semakin berbahaya. Jika Perang Iran-Israel menjadi ‘out of control‘, dunia benar-benar di ambang malapetaka,” ujar SBY dalam pernyataannya.

SBY: Perang Berangkat dari Ego Pemegang Kekuasaan

Selain itu, SBY mengingatkan tentang pelajaran yang bisa diambil dari sejarah, di mana banyak perang besar terjadi akibat ego dan ambisi para pemegang kekuasaan.

Baca Juga:  Pangeran Harry Ungkap Ingin Berdamai dengan Raja Charles tapi Ditolak

Ia menekankan bahwa sepanjang sejarah umat manusia, selalu ada pemimpin yang gemar berperang atau disebutnya sebagai “warlike leaders“.

“Sejarah mencatat, banyak peperangan yang berangkat dari ego dan ambisi para pemegang kekuasaan (power holders). Dari abad ke abad, selalu ada ‘warlike leaders’ (pemimpin yang sangat gemar berperang),” kata SBY.

Menurut SBY, meskipun sejarah menunjukkan adanya pola tersebut, mayoritas umat manusia sebenarnya lebih mencintai kedamaian dan perdamaian.

Ia menyampaikan bahwa perang besar, termasuk potensi Perang Dunia ke-3, masih dapat dicegah.

“Perang besar, apalagi Perang Dunia ke-3, masih bisa dicegah. Harus bisa dicegah. Waktu dan jalan masih ada,” ungkapnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending