Connect with us

Teknologi

Waduh! 16 Miliar Data Login Bocor, Password Pengguna Google-Apple Ikut jadi Korban

Kebocoran data login kembali mengguncang dunia maya. Kali ini 16 miliar data kredensial bocor.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 24t102044.371
Waduh! 16 Miliar Data Login Bocor, Password Pengguna Google-Apple Ikut jadi Korban | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 24 Juni 2025 - Kebocoran data login kembali mengguncang dunia maya. Laporan dari lembaga keamanan siber, Cybernews, mengungkap bahwa 16 miliar data kredensial telah bocor dan tersebar dalam berbagai dataset daring.

Informasi login yang bocor tersebut mencakup akun-akun populer seperti Google, Facebook, hingga Apple.

16 Miliar = Dua Kali Jumlah Penduduk Dunia

Temuan mengejutkan ini berasal dari 30 dataset yang ditemukan oleh peneliti Cybernews, berisi gabungan informasi login dari berbagai insiden kebocoran.

Meski beberapa data kemungkinan duplikat, skala kebocoran ini tetap dinilai luar biasa besar, dengan risiko yang sangat tinggi terhadap pengguna.

Berdasarkan laporan AP News, jumlah 16 miliar tersebut besarnya dua kali lipat dari populasi bumi saat ini.

“Menunjukkan bahwa banyak pengguna kemungkinan mengalami kebocoran lebih dari satu akun,” demikian laporan AP News, dikutip MPN Indonesia pada Selasa (24/6).

Bukan dari Satu Sumber, Tapi Gabungan Banyak Peretasan

Menariknya, kebocoran ini bukan berasal dari satu serangan tunggal terhadap perusahaan besar.

Cybernews menjelaskan bahwa data kemungkinan besar dikumpulkan dari berbagai insiden peretasan yang terjadi dalam rentang waktu tertentu.

Kemudian data tersebut dikompilasi dan sempat tersebar ke publik sebelum akhirnya terdeteksi oleh tim Cybernews.

Infostealer Jadi Biang Keladi

Menurut para peneliti, perangkat lunak jahat jenis infostealer diduga menjadi penyebab utama.

Program jahat ini menyusup ke perangkat korban untuk mencuri data sensitif seperti nama pengguna dan kata sandi, lalu mengirimkannya ke pelaku siber.

Hingga kini belum diketahui siapa yang kini memegang 16 miliar data login tersebut. Namun, pakar keamanan menekankan pentingnya menjaga cyber hygiene di tengah maraknya peretasan.

Baca Juga:  OpenAI Dibobol Hacker, Bagaimana Nasib ChatGPT?

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengganti semua kata sandi, khususnya jika digunakan secara berulang di berbagai platform.

Disarankan pula menggunakan manajer kata sandi atau teknologi passkey, serta mengaktifkan verifikasi dua langkah (MFA) agar keamanan akun berlapis.

(AKM/NID/RAD)

Trending