Politik
Dedi Mulyadi Temui Ibu di Bekasi yang Dianiaya Anak Kandung
Dedi Mulyadi temui ibu korban KDRT di Bekasi, bantu biaya rumah dan beri dukungan medis usai penganiayaan oleh anak kandungnya viral di media sosial.
Jawa Barat, MPN Indonesia 24 Juni 2025 - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menemui Melani, seorang ibu di Bekasi Timur yang menjadi korban penganiayaan oleh anak kandungnya sendiri, Mochamad Ichsan Ezra Candra (23).
Pertemuan berlangsung pada Senin (23/6) di kediaman korban di Perumahan Irigasi, Kelurahan Bekasi Jaya.
“Walaupun tangannya bengkak banget, saya bertemu dengan ibu yang sangat istimewa, ibu Melani dan bapak Joko Untung yang kemarin mendapat musibah penganiayaan yang dilakukan oleh putranya, dan sekarang sudah berproses,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip MPN Indonesia dari kanal YouTube “KANG DEDI MULYADI CHANNEL”, Selasa (24/6).
Ia menyampaikan bahwa Melani mengalami luka di bagian kepala akibat pemukulan dan akan menjalani pemeriksaan medis lanjutan.
“Putranya sekarang di Polsek Kemang dan sekarang sudah berjalan, doain ibunya sehat karena mengalami pemukulan di kepala dan hari ini akan segera dibawa ke rumah sakit untuk di-scan,” katanya.
Bantuan Rumah dan Perhatian Khusus
Dedi juga memberikan bantuan berupa pembelian rumah yang sedang diawasi bank, dengan janji bahwa rumah tersebut tetap bisa dihuni oleh orang tua Melani seumur hidup.
“Rumah itu akan saya beli dan selanjutnya ditinggali oleh bapak dan ibu sampai kapan pun, ibu berhak mendiami rumah itu sampai kapan pun selama ada di dunia,” ucapnya.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengapresiasi langkah Dedi yang langsung menjemput korban sebagai bentuk perhatian kepala daerah.
“Tadi pagi sudah dijemput. Saya kira itu adalah bentuk perhatian ya bahwa memang kepala daerah harus begitu,” ungkap Tri kepada wartawan di Plaza Pemkot Bekasi.
Kronologi Penganiayaan di Rumah Sendiri
Insiden penganiayaan terjadi pada Kamis (19/6) pukul 12.15 WIB di teras rumah keluarga Melani.
Ichsan marah setelah ibunya menolak permintaan uang sebesar Rp30 ribu untuk ongkos bekerja.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Binsar Hatorangan Sianturi menjelaskan, awalnya Ichsan meminta ibunya meminjam motor tetangga. Namun sang ibu menolak dan menyarankan menggunakan sepeda.
Penolakan ini memicu kemarahan Ichsan yang kemudian melempar bangku ke arah ibunya, lalu mengambil sandal dan memukulkannya ke kepala korban berulang kali.
“Setelah itu tersangka mengambil sebuah sandal dan digenggam oleh tersangka menggunakan tangan kanan, kemudian tersangka mendekati korban dan memukul kepala korban sebanyak lebih dari lima kali hingga korban terjatuh,” jelas Kompol Binsar.
Pelaku juga menarik kerudung ibunya dan mengancam dengan pisau dari dapur.
“Tersangka menuju ke teras rumah dan menunjukkan pisau tersebut ke arah korban yang sedang berada di area samping rumah, kemudian tersangka mengatakan kepada korban, ‘Liat nih gua bawa apaan! Gua bakal bunuh adek lu di depan mata lu’,” lanjutnya.
Beruntung, aksi tersebut dihentikan oleh warga dan sekuriti yang datang mengamankan pelaku.
Proses Hukum dan Penahanan Pelaku
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, menyatakan pihaknya telah menahan pelaku setelah menerima laporan dari korban.
“Alhamdulillah kami sudah amankan pelakunya setelah dari korban membuat laporan,” terang Kombes Kusumo pada Minggu (22/6).
Ichsan ditahan dan dijerat Pasal 44 Ayat (1) UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
Aksi Terekam CCTV dan Viral di Media Sosial
Tindakan kekerasan yang dilakukan Ichsan terekam CCTV rumah dan viral di media sosial.
Dalam video tersebut, pelaku terlihat memukul, menjambak rambut, menendang, dan melempar sandal ke arah ibunya.
“Salah satu warga Perumahan Irigasi, Bekasi Timur, melaporkan rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi kekerasan seorang anak muda terhadap orang tuanya. Diduga, insiden ini dipicu oleh permintaan uang yang tidak dipenuhi,” tulis akun @its.mako, Sabtu (21/6).
Pengakuan Korban: “Mungkin Saya Salah Didik”
Dalam wawancara dengan pemilik akun Instagram The Papa Rock, Melani menangis mengungkapkan kesedihannya atas perlakuan anaknya sendiri.
“Mungkin saya juga salah ngedidik dia. Kalau dewasa harusnya bisa mikir yah. Sampai segitunya yah,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa saat Ichsan meminta uang, ia memang sedang tidak memiliki dan menyarankan anaknya meminjam kepada teman.
Namun Ichsan justru marah karena mengira ibunya membanting handphone miliknya.
“Saya naro handphone cuma gini doang (pelan), gak dibanting. ‘Lu ngapain banting-banting handphone gua?’ ‘Gak ngebanting handphone kamu kok.’ Ya sudah dari situ langsung. Ngamuk,” pungkas Melani.
Ichsan kemudian melakukan kekerasan hingga menyeret sang ibu ke teras rumah.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
