Connect with us

Teknologi

Ini 8 Cara Ampuh Menghindari Serangan Phishing

Berikut langkah-langkah ampuh agar kamu terhindar dari phishing.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 25t113954.742
Cara Ampuh Menghindari Serangan Phishing | Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 25 Juni 2025 - Phishing menjadi salah satu ancaman utama yang berkaitan dengan hukum dan kriminal di era digital.

Serangan phishing sering dimanfaatkan oleh pelaku penipuan untuk mencuri informasi penting seperti data pribadi, akses akun, dan informasi keuangan dengan cara menyamar sebagai pihak yang sah.

Phishing adalah salah satu metode yang paling sering digunakan dalam serangan siber dan disebut sebagai penyebab awal dalam 41% insiden keamanan siber menurut laporan IBM.

Dengan meningkatnya serangan ini, penerapan strategi pencegahan yang efektif menjadi kebutuhan mendesak untuk melindungi diri dan organisasi.

Serangan phishing biasanya datang dalam bentuk email, pesan teks, atau panggilan telepon yang tampak resmi namun dirancang untuk menipu korban agar mengklik tautan, membuka lampiran, atau menyerahkan data pribadi.

Kejahatan ini tidak hanya mengakibatkan kerugian finansial tetapi juga dapat memicu pelanggaran data dan kerusakan reputasi yang serius.

Untuk menghadapi ancaman phishing, langkah pencegahan berbasis teknologi dan edukasi menjadi kunci.

Dikutip MPN Indonesia dari Perception Point dan On Security, berikut langkah-langkah ampuh menghindari phishing.

1. Waspadai Email dan Tautan Mencurigakan

Phishing seringkali berawal dari email yang tampak meyakinkan. Email ini bisa menggunakan logo, bahasa formal, hingga nama pengirim yang familiar. Tapi jangan terkecoh.

Perhatikan baik-baik alamat email pengirim—phisher kerap memalsukannya dengan perbedaan kecil yang sulit dilihat sekilas.

Jangan klik sembarang tautan dalam email, apalagi jika kamu tidak mengenal pengirimnya. Lebih aman mengetik langsung alamat situs resmi di browser.

Baca Juga:  Muncul ke Publik usai Lakukan Penipuan, Aldy Maldini Akui Terlalu Paksakan Lifestyle

Jika ragu, hubungi pihak yang disebut dalam email melalui jalur resmi untuk memastikan keaslian pesan.

2. Aktifkan Multi-Factor Authentication (MFA)

Password saja sudah tidak cukup. MFA menambahkan lapisan keamanan ekstra, seperti kode OTP ke ponsel atau notifikasi dari aplikasi autentikasi.

Dengan MFA, meskipun seseorang mengetahui password kamu, mereka tetap tidak bisa masuk ke akun tanpa faktor verifikasi kedua.

Prioritaskan penggunaan MFA untuk akun penting seperti email, perbankan, atau sistem kerja.

3. Jangan Sembarangan Membuka Lampiran

Banyak email phishing menyertakan lampiran dengan nama yang tampak wajar, seperti “invoice.pdf” atau “dokumen legal”. Padahal, di balik itu bisa tersembunyi malware yang berbahaya.

Hindari membuka lampiran dari pengirim tak dikenal, dan gunakan antivirus untuk memindai file sebelum membukanya.

Kalau kamu ragu, lebih baik tanyakan langsung pada pengirim, jika kamu mengenalnya, apakah mereka benar mengirimkan lampiran tersebut.

4. Rutin Perbarui Perangkat Lunak

Penjahat siber sering memanfaatkan celah dari software yang belum diperbarui. Itulah sebabnya update sistem operasi, aplikasi, browser, dan antivirus sangat penting.

Aktifkan fitur pembaruan otomatis agar kamu selalu memakai versi terbaru yang lebih aman dari ancaman phishing dan malware.

5. Gunakan Fitur Anti-Phishing Canggih

Selain langkah-langkah manual, kamu bisa memanfaatkan teknologi yang makin canggih untuk mendeteksi phishing:

  • Email filtering & analysis: Sistem ini memeriksa email masuk berdasarkan pola serangan yang dikenal, reputasi pengirim, hingga konten mencurigakan, seperti tautan berbahaya atau lampiran tidak biasa.
  • Real-time link analysis: Saat kamu mengakses tautan, sistem akan mengecek apakah URL tersebut terhubung ke situs berbahaya, bahkan bisa memisahkan (sandbox) tautan mencurigakan untuk diuji lebih lanjut tanpa membahayakan pengguna.
  • Generative AI detection: Menggunakan kecerdasan buatan, sistem ini bisa mendeteksi konten phishing yang dibuat oleh AI jahat, termasuk email yang terlalu meyakinkan dan sulit dibedakan dari pesan asli.
  • Image recognition: Teknologi ini mampu mengenali gambar atau logo palsu yang dimodifikasi untuk menipu pengguna, misalnya laman login tiruan dari perusahaan terkenal.
Baca Juga:  Jalani Sidang Dugaan Pemerasan, Nikita Mirzani Ditegur Hakim

6. Analisis Perilaku dan Isi Pesan

Sistem keamanan modern juga menggunakan analisis perilaku dan isi untuk mendeteksi anomali.

Misalnya, jika tiba-tiba seseorang mengirim email di luar jam kerja dengan permintaan transfer uang mendesak, sistem akan menandainya sebagai mencurigakan.

Sementara itu, analisis konten berbasis Natural Language Processing (NLP) akan menyoroti bahasa yang mengandung tekanan, tautan tak biasa, atau permintaan data sensitif—ciri khas serangan phishing.

7. Sediakan Mekanisme Pelaporan dan Notifikasi

Bagi organisasi, penting menyediakan cara mudah bagi karyawan untuk melaporkan email mencurigakan.

Sistem juga harus mampu memberi peringatan otomatis jika ada aktivitas tidak wajar.

Laporan dan statistik dari sistem ini bisa membantu tim IT memahami tren serangan phishing, dan menyempurnakan strategi pertahanan yang sudah ada.

8. Integrasi Sistem Keamanan

Teknologi perlindungan phishing sebaiknya terintegrasi dengan sistem keamanan lain seperti SIEM (Security Information and Event Management), platform intelijen ancaman, hingga sistem respons insiden.

Dengan integrasi ini, ancaman bisa direspons secara otomatis, misalnya memblokir URL jahat di seluruh jaringan atau mengisolasi akun yang terindikasi terinfeksi.

(AKM/NID/RAD)

Trending