Connect with us

Internasional

Harga Minyak Dunia Bangkit karena Lonjakan Permintaan AS

Harga minyak dunia menguat hampir 1% pada Rabu (25/6), bangkit dari penurunan tajam di awal pekan.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 26t120446.531
Harga Minyak Dunia Bangkit karena Lonjakan Permintaan AS | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 25 Juni 2025 - Harga minyak dunia menguat hampir 1% pada Rabu (25/6), bangkit dari penurunan tajam di awal pekan.

Penguatan itu terjadi seiring dengan data yang menunjukkan lonjakan permintaan energi di Amerika Serikat dan investor mulai menilai stabilitas gencatan senjata antara Iran dan Israel.

Dikutip MPN Indonesia dari Reuters, minyak mentah Brent naik 54 sen atau 0,8% menjadi USD 67,68 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) menguat 55 sen atau 0,9% ke level USD 64,92 per barel.

Keduanya memangkas sebagian kerugian yang sempat mencapai 13% awal pekan ini.

Permintaan Pasokan Minyak akan Tinggi

Kenaikan ini terjadi sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata antara Iran dan Israel, yang sempat menekan harga minyak ke level terendah sejak awal Juni.

Meski kekhawatiran pasokan dari kawasan tersebut telah menurun, analis ING menyebut permintaan terhadap pasokan minyak segera masih tetap tinggi.

“Kekhawatiran terhadap pasokan Timur Tengah belum sepenuhnya hilang,” tulis ING.

Sentimen pasar juga didorong oleh data pemerintah AS yang menunjukkan penurunan tajam dalam persediaan minyak mentah, bensin, dan distilat pada pekan lalu.

Penurunan Persediaan Energi

Persediaan minyak mentah turun sebesar 5,8 juta barel, jauh di atas ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan penurunan hanya 797.000 barel.

Persediaan bensin pun turun 2,1 juta barel, berbanding terbalik dengan proyeksi kenaikan 381.000 barel.

Kenaikan pasokan bensin ke pasar, yang menjadi indikator permintaan, mencapai level tertinggi sejak Desember 2021.

“Kita melihat penurunan besar-besaran di semua lini,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.

Baca Juga:  Harga Minyak Dunia Melonjak 4%, Ini Pemicunya

Menurut analis pasar independen Tina Teng, harga minyak kemungkinan akan bergerak konsolidatif di kisaran USD 65–70 per barel, seiring pelaku pasar menanti data ekonomi lanjutan dan keputusan suku bunga dari The Fed.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending