Connect with us

Berita

Mensos Tinjau Sekolah Rakyat di Sentra Handayani

Mensos bersama Sekretaris Kabinet meninjau persiapan Sekolah Rakyat di Sentra Handayani Jakarta, Minggu (29/6).

Logompn

Published

on

Mensos tinjau sekolah rakyat di sentra handayani
Gus Ipul tinjau sekolah rakyat. Gambar: Instagram/@gusipul_id

MPN Indonesia 30 Juni 2025 - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indrawijaya dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau persiapan Sekolah Rakyat di Sentra Handayani, Jakarta, pada Minggu (29/6). 

Peninjauan ini dilakukan menjelang peluncuran program Sekolah Rakyat yang direncanakan pertengahan Juli 2025.

Gus Ipul menekankan bahwa Sekolah Rakyat disiapkan untuk memperluas akses pendidikan formal bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera.

Dalam kunjungan tersebut, Seskab Teddy mengecek langsung kelayakan fasilitas pendidikan, mulai dari asrama hingga ruang kelas, serta memastikan kenyamanan sarana seperti tempat tidur dan bangku belajar.

Teddy juga berdialog dengan calon siswa dan orang tua murid untuk memastikan kesiapan Sekolah Rakyat yang akan menjadi bagian penting dalam kebijakan pendidikan pemerintah.

Dalam laman Kemensos, Gus Ipul menyampaikan harapannya kepada Presiden RI, Prabowo untuk meresmikan secara langsung Sekolah Rakyat ini.

“Kami mohon lewat Pak Teddy, Presiden Prabowo nanti, menyesuaikan waktu beliau, bisa meresmikan secara langsung Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul pada Minggu (29/6).

Gus Ipul menjelaskan bahwa persiapan Sekolah Rakyat bukan hanya inisiatif Kemensos, melainkan hasil kerja kolaborasi lintas kementerian.

Ia mengapresiasi Kementerian Pekerjaan Umum yang menerjunkan lebih dari 100 pekerja yang bekerja selama 24 jam di berbagai titik pembangunan Sekolah Rakyat, termasuk di Sentra Handayani.

“Ada 100 lebih pekerja yang bekerja selama 24 jam. Ini membuka lapangan pekerjaan juga dan itu beberapa titik, lebih dari 100 titik,” jelas Gus Ipul.

Sekolah Rakyat: Model Pendidikan Formal Berbasis Pemerataan

Program Sekolah Rakyat di Sentra Handayani ditujukan untuk jenjang pendidikan formal tingkat SMP. Tiga rombongan belajar akan dibuka dengan total kapasitas 75 siswa, terdiri dari 35 laki-laki dan 40 perempuan.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Debat dengan Remaja yang Tak Mau Wisuda Sekolah Dihapus: Kenapa Miskin Mau Bergaya?

Siswa yang diterima berasal dari keluarga desil 1 dan 2 sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) oleh karena itu penerimaan siswa difokuskan pada keluarga yang membutuhkan akses pendidikan formal yang setara.

Gus Ipul juga menegaskan bahwa persiapan Sekolah Rakyat yang sudah hampir final bukan kerja Kemensos semata, melainkan buah kerja kolaboratif lintas kementerian sejak awal.

Sekolah Rakyat berdiri di atas lahan seluas 1,2 hektare dan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti asrama putra-putri, gedung sekolah, kantor guru, rumah guru, ruang makan, toilet ramah disabilitas, hingga lapangan basket.

Hingga saat ini, progres pembangunan fisik di Sentra Handayani telah mencapai 88,8 persen dengan realisasi pekerjaan sebesar 92,6 persen. Pembangunan ditargetkan selesai dalam sembilan hari ke depan.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan 100 Sekolah Rakyat tahap awal memerlukan anggaran sekitar Rp1,1 triliun dan melibatkan lebih dari 2.000 pekerja dari berbagai daerah di Indonesia.

“Total mungkin sekitar Rp1 triliunan, yang 100 sekolah tahap awal ya. 100 tahap awal itu, sekitar Rp1,1 triliun,” jelas Dody.

Dody juga menambahkan total anggaran untuk 200 sekolah dibutuhkan sekitar Rp2 triliun dengan melibatkan lebih dari 2.000 pekerja di seluruh Indonesia.

Jangkauan Nasional Program Sekolah Rakyat

Secara nasional, pembangunan Sekolah Rakyat telah tersebar di 100 lokasi pada tahap awal, mencakup 395 rombongan belajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Pulau Jawa menjadi wilayah dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak, yaitu 48 titik, disusul Sumatra (22 titik), Sulawesi (15 titik), Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Maluku masing-masing 4 titik, serta Papua (3 titik).

Rata-rata progres pembangunan sekolah di berbagai titik tersebut telah mencapai sekitar 83 persen, dengan beberapa lokasi mendekati penyelesaian hingga 90 persen.

Baca Juga:  Libur Sekolah Idulfitri 2025 Dipercepat, Simak Jadwal Terbarunya!

Program Sekolah Rakyat juga akan diperluas dalam gelombang lanjutan dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada seperti 122 Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kementerian Ketenagakerjaan dan 45 gedung milik Pemerintah Daerah.

Sasaran berikutnya adalah menambah 424 rombongan belajar yang akan melibatkan 10.600 siswa, 2.180 guru, dan 4.069 tenaga kependidikan.

(AKM/NID/RAD)

Trending