Connect with us

Selebriti

Ariel NOAH Blak-blakan Bahas Royalti Hak Cipta Lagu dengan Kementerian Hukum RI

Ariel Noah buka suara soal naik-turun royalti lagu dan perbedaan besar antara pendapatan dari penjualan fisik dan digital di hadapan Kemenkumham RI.

Logompn

Published

on

Ariel noah blak blakan bahas royalti hak cipta lagu dengan kementerian hukum ri
Ariel NOAH Blak-blakan Bahas Royalti Hak Cipta Lagu dengan Kementerian Hukum RI. Gambar : Tangakapan Layar YouTube/Kementerian Hukum RI

MPN Indonesia 2 Juli 2025 - Ariel Noah secara terbuka membahas isu royalti hak cipta lagu dalam pertemuannya dengan Kementerian Hukum RI.

Dalam program What’s Up yang ditayangkan di kanal YouTube Kementerian Hukum RI pada (27/6), Ariel membagikan pengalamannya terkait fluktuasi pendapatan royalti yang ia terima sejak awal kariernya hingga era digital saat ini.

Ariel menyampaikan bahwa nominal royalti yang ia dapatkan sangat bervariasi tergantung aktivitas terkait lagu tersebut.

Menurut Ariel, pada masa awal kariernya bersama Peterpan, pendapatan dari royalti yang ia peroleh tergolong besar.

Namun, dengan perubahan pola konsumsi musik di era digital, pendapatan dari royalti mengalami penurunan signifikan apabila lagu tidak mendapatkan pembaruan atau promosi ulang.

“Nominalnya bisa sangat variatif ya sebetulnya. Waktu awal-awal sudah pasti besar. Waktu pertama kali dulu Peterpan gitu,” ujar Ariel dalam podcast tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (2/7).

Pendapatan Terbesar dari Royalti Mekanikal

Dalam pembahasan tersebut, Ariel mengungkap bahwa pendapatan royalti tertingginya berasal dari royalti mekanikal, khususnya saat lagu-lagunya dipakai dalam iklan.

“Royalti paling besar, mungkin karena lumayan banyak iklannya, dari mekanikal yang lebih besar sih sebetulnya, selain penjualan,” ungkap Ariel.

Ia juga menyoroti perbedaan mencolok antara royalti dari penjualan fisik seperti CD dengan platform digital streaming.

Menurutnya, sistem royalti digital sangat berbeda dan memberikan dampak besar terhadap nominal yang diterima pencipta lagu.

Perbandingan Sistem Fisik dan Digital

Ariel menyebut sistem royalti dari penjualan fisik seperti CD memberikan keuntungan lebih besar di masa lalu.

Baca Juga:  Lesti Kejora Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pelanggaran Hak Cipta

“Dulu kan mechanical tuh pasti dari penjualan CD dan fisik gitu ya. Kalau sekarang, karena memang sistemnya DSP, streaming itu, memang sangat-sangat berbeda sih. Sama fisik itu jauh banget,” jelasnya.

Perubahan ini menurutnya membuat para musisi harus menyesuaikan strategi agar tetap mendapatkan penghasilan yang layak dari karyanya.

Royalti Performing Jadi Isu Musisi

Selain royalti mekanikal, Ariel juga menyinggung tentang royalti performing yang kini jadi sorotan.

Ia menyebut banyak musisi yang terlibat konflik terkait royalti atas penampilan langsung, seperti kasus Ahmad Dhani dengan Once Mekel, Badai dengan Kerispatih, hingga Posan Tobing dengan Kotak.

“Mesti dicek tuh ke penciptanya. Kalau performing-nya segitu (kecil), apakah di mekanikal juga segitu, apakah performing yang dari restoran dan segala macamnya juga segitu,” kata Ariel.

Lagu Populer Tak Selalu Dibawakan Ulang

Ariel menjelaskan bahwa tidak semua lagu populer sering dibawakan ulang oleh musisi lain di atas panggung. Beberapa lagu lebih sering hanya didengarkan dan tidak dibawakan secara langsung.

“Ya ada juga lagu-lagu yang orang lebih senang dengerin aja, tapi untuk bawain di panggung tuh kayak mungkin susah. Jadi akhirnya tetap mechanical juga, bukan yang performing,” pungkasnya.

Ia menambahkan bahwa lagu yang dipakai dalam iklan cenderung memberikan royalti mekanikal yang lebih besar.

(AKM/NID/RAD)

Trending