Berita
Mensos Pastikan Sekolah Rakyat Dibuka Bulan Ini
Menteri Sosial Gus Ipul memastikan program Sekolah Rakyat akan mulai berjalan serentak pada Juli 2025.
MPN Indonesia 3 Juli 2025 - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan program Sekolah Rakyat akan mulai berjalan serentak pada Juli 2025.
Program ini merupakan kebijakan pendidikan yang dirancang untuk membantu anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar tetap mendapatkan akses pendidikan formal.
Pemerintah menargetkan pembukaan 100 titik rintisan yang akan menampung sebanyak 9.755 siswa pada tahap awal.
“Sekolah Rakyat ini, seperti yang sering disampaikan Bapak Presiden Prabowo, adalah untuk keluarga yang kurang mampu, keluarga yang punya potensi putra-putrinya putus sekolah, atau bahkan sudah putus sekolah,” kata Gus Ipul pada Senin (30/6).
Siswa Dapat Pendidikan Formal dan Karakter
Dalam pelaksanaannya, Sekolah Rakyat akan dibuka di berbagai wilayah Indonesia dengan sistem berasrama untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Selain mengikuti pelajaran formal pada siang hari, siswa juga akan mendapatkan penguatan pendidikan karakter pada malam hari.
“Ada ekstrakurikulernya dan ada kegiatan lain yang menunjang, sehingga mereka diharapkan punya keterampilan-keterampilan sesuai dengan minatnya,” jelas Gus Ipul.
Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) akan digunakan untuk menentukan penerima manfaat, dengan verifikasi lapangan yang melibatkan Dinas Sosial, pendamping PKH, BPS, dan kepala daerah.
Keluarga Miskin Ekstrem jadi Prioritas
Sekolah Rakyat akan mengadopsi sistem multi-entry dan multi-exit untuk memberikan fleksibilitas bagi siswa yang berpotensi putus sekolah.
Gus Ipul menjelaskan bahwa siswa dari keluarga miskin ekstrem, terutama dari Desil 1, akan menjadi prioritas.
“Sasaran kita dari Desil 1 yang miskin-miskin ekstrem itu, kemudian ada tim yang berkunjung, berdialog dengan orangtuanya, melihat kondisi objektifnya,” ujarnya.
Pemerintah membuka peluang bagi anak-anak yang belum tercatat di data BPS namun terbukti miskin melalui hasil survei lapangan.
Pakai Gedung Sementara
Dalam tahap awal, Kemensos akan memanfaatkan gedung-gedung milik pemerintah pusat dan daerah yang telah direnovasi sebagai lokasi pembelajaran.
Nantinya, pemerintah akan membangun sekolah permanen di atas lahan seluas minimal 8 hektare dengan kapasitas hingga 1.000 siswa per sekolah.
“Diperkirakan biayanya satu sekolah itu sampai Rp200 miliar, lengkap dengan meubelairnya, dan perangkat yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar,” kata Gus Ipul.
Setelah digunakan, gedung-gedung sementara ini akan dialihkan menjadi rumah singgah atau layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah daerah.
Kuota Sekolah Rakyat
Sebanyak 395 rombongan belajar (rombel) disiapkan dalam pembukaan 100 titik pertama, tersebar di Pulau Jawa (48 lokasi), Sumatra (22), Sulawesi (15), Bali-Nusa Tenggara (4), Kalimantan (4), Maluku (4), dan Papua (3).
“100 titik pertama ini sudah ada 9.755 siswa, 1.554 guru dan 3.390 tenaga pendidikan,” kata Gus Ipul.
Dari sisi tenaga pendidik, kepala sekolah akan diisi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), sedangkan guru akan direkrut dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan lulusan pendidikan profesi guru.
Pengelolaan tenaga pendidikan ini akan dikoordinasikan bersama Kemendikdasmen, Kementerian PAN-RB, dan BKN.
Jamin Keamanan Asrama
Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan lingkungan asrama, Kemensos bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Pemerintah menekankan tiga prioritas pencegahan, yaitu perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi.
“Jangan sampai terjadi perundungan di sekolah, kedua jangan sampai terjadi kekerasan seksual, dan yang ketiga jangan sampai ada semacam tindakan atau ucapan yang mengarah pada intoleransi. Kita melakukan upaya penjagaan dengan mekanisme yang sedang disiapkan,” tegas Gus Ipul.
Persiapan Tahap Kedua Sekolah Rakyat
Selain 100 titik awal, pemerintah menyiapkan tambahan 100 titik untuk gelombang kedua. Proses rekrutmen siswa dan guru untuk tahap ini sedang berlangsung.
“Ada 100 titik lagi yang kedua, juga sedang dalam proses baik itu rekrutmen murid dan guru, itu Insya Allah akan menyusul,” kata Gus Ipul.
Beberapa lokasi tahap kedua akan memanfaatkan 122 Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kementerian Ketenagakerjaan dan 45 gedung milik pemerintah daerah.
Target pada gelombang kedua ini mencakup 424 rombel, melibatkan 10.600 siswa, 2.180 guru, dan 4.069 tenaga kependidikan.
“Mudah-mudahan di bulan Juli, kedua tahap ini bisa kita lakukan memulai proses belajar mengajar,” kata Gus Ipul.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
