Connect with us

Berita

Dua Mahasiswa UGM yang Tewas saat KKN di Maluku Tenggara Dipulangkan ke Kampung Halaman

Dua jenazah mahasiswa UGM korban kecelakaan laut saat KKN di Maluku Tenggara dipulangkan ke daerah asal mereka, Rabu (2/7).

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 07 04t145840.180
Dua Mahasiswa UGM yang Tewas saat KKN Dipulangkan dari Maluku Tenggara | Gambar: Ig/@kknugm.yogyakarta

MPN Indonesia 4 Juli 2025 - Dua jenazah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menjadi korban kecelakaan laut saat menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Maluku Tenggara dipulangkan ke daerah asal mereka pada Rabu (2/7).

Kedua mahasiswa tersebut adalah Septian Eka Rahmadi asal Sumba, Nusa Tenggara Timur, dan Bagus Adi Prayogo asal Bojonegoro, Jawa Timur.

Insiden terjadi pada Selasa (1/7) ketika sebuah long boat yang mereka tumpangi terbalik di Perairan Pulau Wahr, Maluku Tenggara, mengakibatkan dua korban jiwa dari total dua belas penumpang.

Bupati Turut Hadir

Pemulangan jenazah kedua mahasiswa UGM diawali dengan pelaksanaan salat jenazah di Masjid Agung Raudhah, Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara.

Proses ini dihadiri oleh ratusan orang, termasuk pejabat kabupaten, mahasiswa peserta KKN UGM, dan masyarakat setempat yang ikut mengantar kepergian mereka.

“Mereka datang dengan niat mulia untuk membantu masyarakat kami. Kini kami antar pulang dengan penuh kehormatan,” kata Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun.

Jenazah kedua mahasiswa ini selanjutnya dibawa ke Bandara Karel Sadsuitubun dan secara resmi diserahkan kepada pihak UGM oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara.

Jenazah Diterima Dosen Pembimbing KKN

Dosen pembimbing lapangan KKN UGM, Antari Innaka Turiningsih, mewakili pihak kampus dalam prosesi penerimaan jenazah.

“Kami berterima kasih atas perhatian dan pendampingan pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara selama musibah ini,” ujar Dr. Turiningsih.

Setelah prosesi di bandara, jenazah diterbangkan menuju Ambon dan selanjutnya dipulangkan ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan.

Proses penerbangan sempat tertunda selama tiga jam akibat cuaca buruk di wilayah udara Maluku.

(AKM/NID/RAD)

Baca Juga:  Jadwal Lengkap Seleksi Mandiri PTN Favorit: Ada UI, UGM, hingga Unair 2025

Trending