Connect with us

Berita

Gelar Acara Sarasehan Lingkungan, PT Pradana Sukses Prima & Padepokan Ciliwung Ajak Warga Peduli Lingkungan

Sarasehan Lingkungan di Padepokan Ciliwung Condet jadi ajang penting mengatasi isu lingkungan, khususnya permasalahan sampah.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 07 05t144032.793
Lewat Acara Sarasehan Lingkungan, Padepokan Ciliwung jadi Panggung Atasi Sampah | Gambar: MPN Indonesia/Nida

MPN Indonesia 5 Juli 2025 - Sarasehan Lingkungan yang diselenggarakan oleh PT Pradana Sukses Prima di Padepokan Ciliwung Condet, Jakarta Timur, menjadi ajang penting dalam mengatasi isu lingkungan sosial, khususnya permasalahan sampah.

Acara yang bertema “Sampah Masalah Siapa?” ini melibatkan sejumlah aktivis lingkungan yang berupaya membangun sinergi lintas komunitas untuk menyelesaikan persoalan sampah dari hulu hingga hilir.

Di antara aktivis yang hadir adalah aktivis Sungai Ciliwung Bang Kodir, aktivis lingkungan Cawang Bang Fuad, pelopor aktivis Kali Ciliwung Bang Usman alias Mat Peci, perwakilan Laskar Krukut Luhur Bang Reza, dan Ketua Gerakan Rakyat Jaktim Tri. 

Selain itu, hadir juga penggerak Padepokan Ciliwung Bang Lantur yang menegaskan pentingnya kolaborasi komunitas yang dimulai dari wilayah hulu seperti Bogor dan sekitarnya.

“Komunitas akan bergerak dari hulu, yaitu Bogor dan sekitarnya,” ujar Bang Lantur saat acara, Sabtu (5/7).

Ia menekankan bahwa langkah terkoordinasi dari sumber permasalahan menjadi kunci dalam mengatasi tumpukan sampah yang mengalir hingga Jakarta Timur.

Tindakan Kecil Bisa Berdampak Besar bagi Lingkungan

Pada kesempatan itu, Bang Fuad menyampaikan bahwa tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi masa depan lingkungan.

“Gerakan kecil yang penting terus dilakukan sehingga berdampak besar. Masyarakat harus dilibatkan untuk lingkungan,” kata Bang Fuad.

Sementara itu, Bang Kodir menyoroti lemahnya tata kelola pemerintah dalam menangani masalah sampah.

Oleh sebab itu, ia mendorong inisiatif berbasis akar rumput, seperti penanaman pohon salak di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung.

Ia pun menegaskan perlunya program berkelanjutan yang tidak hanya berhenti pada proyek sementara.

Baca Juga:  Polisi Tangkap 4 Otak Penculikan-Pembunuhan Kacab BRI

Kelakar Bang Usman soal Permasalahan Sampah

Walaupun aktivitas komunitas semakin aktif, namun para aktivis lingkungan mengungkapkan bahwa pembinaan terhadap bank sampah masih minim.

Bang Usman bahkan mengatakan bahwa bank sampah tidak diperhatikan dan minim pembinaan.

Ia bahkan sempat berkelakar jika pemerintah Indonesia tak mampu menyelesaikan masalah sampah maka kita minta saja ke Belanda untuk mengelolanya.

Ia menyinggung mengenai konsep serupa yang dilakukan Timnas Indonesia, melakukan naturalisasi pemain Belanda.

(AKM/NID/RAD)

Trending