Connect with us

Internasional

Dipecat Putin, Menteri Rusia Bunuh Diri

Menteri Transportasi Rusia Roman Starovoit ditemukan tewas setelah dipecat Putin. Ia diduga terlibat dalam kasus penggelapan dana pertahanan.

Logompn

Published

on

Dipecat putin, menteri rusia bunuh diri
Menteri Transportasi Rusia, Roman Starovoit. Gambar : Reuters/Maxim Shemetov

MPN Indonesia 8 Juli 2025 - Menteri Transportasi Rusia, Roman Starovoit, ditemukan tewas diduga akibat bunuh diri pada Senin (7/7), hanya beberapa jam setelah Presiden Vladimir Putin secara resmi memberhentikannya dari jabatan.

Pengumuman pemecatan itu dipublikasikan di situs resmi Kremlin pada Senin (7/7) pagi hari, dengan menunjuk Wakil Menteri Andrey Nikitin sebagai pelaksana tugas.

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa pemberhentian Starovoit “tidak dilakukan karena hilangnya kepercayaan,” tanpa menjelaskan alasan lebih lanjut di balik keputusan tersebut.

Komite Investigasi Rusia mengonfirmasi bahwa jasad Starovoit ditemukan di dalam mobilnya di kawasan Odintsovo, pinggiran Moskow, dengan luka tembak.

“Teori utama adalah bunuh diri,” bunyi pernyataan resmi lembaga tersebut, meskipun penyelidikan atas kematiannya masih berlangsung, sebagaimana dikutip MPN Indonesia dari laman CNN World, Selasa (8/7).

Dugaan Korupsi dan Tekanan Politik

Sebelum menjabat sebagai Menteri Transportasi pada Mei 2024, Starovoit merupakan Gubernur Kursk, sebuah wilayah di selatan Rusia.

Ia meninggalkan jabatan itu tak lama sebelum Ukraina melancarkan serangan ke wilayah tersebut, namun tetap memikul sebagian tanggung jawab atas lemahnya sistem pertahanan lokal.

Sejumlah laporan media seperti Vesti, RBC, dan Kommersant menyebut bahwa Starovoit sedang diselidiki dalam kasus dugaan penggelapan dana negara untuk pembangunan benteng pertahanan di Kursk.

Kommersant bahkan melaporkan bahwa ia telah menjadi target penyelidikan dan menghadapi ancaman penangkapan.

Alexei Smirnov, pendahulu Starovoit sebagai gubernur dan mantan wakilnya, telah ditahan lebih dulu dalam kasus serupa sejak April 2025, berdasarkan informasi dari pengadilan di Moskow.

Baca Juga:  AS Disebut Kucurkan Rp14,7 Triliun untuk Danai Demo di Nepal

Gangguan Transportasi dan Kematian Pejabat Lain

Pemecatan Starovoit terjadi di tengah gangguan besar pada sistem penerbangan domestik Rusia.

Badan Federal Transportasi Udara mencatat bahwa antara akhir pekan hingga Senin (7/7), terdapat 485 penerbangan yang dibatalkan, 88 dialihkan, dan 1.900 mengalami penundaan.

Lembaga tersebut menyebut “campur tangan eksternal” sebagai penyebab, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Pada hari yang sama, seorang pejabat di Badan Federal Transportasi Kereta Api, Andrey Korneichuk (42), juga ditemukan meninggal dunia di tempat kerjanya.

Ia diduga meninggal akibat gagal jantung akut. Tidak ditemukan kaitan antara kematiannya dengan kasus Starovoit.

Eskalasi Serangan Ukraina dan Respons Militer Rusia

Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer dengan Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim berhasil mencegat lebih dari 400 serangan jarak jauh dari Ukraina selama akhir pekan hingga Senin (7/7), termasuk serangan terhadap fasilitas militer di Krasnozavodsk yang disebut memproduksi amunisi dan hulu ledak termobarik untuk drone Shahed.

Sebaliknya, Ukraina melaporkan bahwa serangan udara Rusia dalam 24 jam terakhir menyebabkan sedikitnya 12 warga sipil tewas dan lebih dari 90 orang luka-luka.

Di kota Kharkiv, serangan drone Rusia menghantam permukiman, taman kanak-kanak, dan kawasan niaga.

Wali Kota Kharkiv, Ihor Terekhov, menyebutkan bahwa 29 orang terluka dalam serangan awal pukul 06.00, termasuk tiga anak-anak, dan 17 orang lainnya terluka dalam serangan susulan lima jam kemudian.

Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa dari 101 drone Shahed yang diluncurkan oleh Rusia, sebanyak 75 berhasil dijatuhkan atau dinetralkan dengan sistem pengacau sinyal.

Selain itu, dua kantor perekrutan militer Ukraina menjadi target serangan drone pada Senin, menjadikan total enam kantor yang diserang dalam sepekan terakhir.

Baca Juga:  AS Hentikan Pemberian Visa untuk Orang-orang dari Gaza

Serangan ini telah menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai belasan lainnya, menurut pernyataan militer Ukraina.

(ADN/NID/RAD)

Trending