Connect with us

Internasional

Indonesia Baru Gabung BRICS, Trump Siapkan ‘Kado’ Tarif Tambahan 10%

Donald Trump ancam tarif 10% ke negara-negara BRICS, termasuk Indonesia, usai kecaman terhadap kebijakan perang tarif dan serangan ke Iran.

Logompn

Published

on

Indonesia baru gabung brics, trump siapkan ‘kado’ tarif tambahan 10%
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Gambar : Reuters/Carlos Barria

MPN Indonesia 8 Juli 2025 - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana pemberlakuan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap negara-negara anggota BRICS, termasuk Indonesia.

Pernyataan ini disampaikannya melalui platform Truth Social pada Minggu malam waktu AS (6/7), menyusul kecaman dari BRICS atas kebijakan ekonomi dan militer AS.

“Negara mana pun yang berpihak pada kebijakan anti-Amerika dari BRICS akan dikenakan tarif tambahan sebesar 10%. Tidak akan ada pengecualian untuk kebijakan ini,” tulis Trump dalam platform media sosial miliknya, seperti dikutip MPN Indonesia dari AFP, Selasa (8/7)

Menurutnya, kebijakan ini menyasar semua negara yang dinilai mendukung posisi anti-Amerika yang diwakili BRICS.

Kritik BRICS Terhadap AS Picu Respons Trump

Ancaman tarif dari Trump muncul setelah pernyataan bersama negara BRICS dalam KTT di Rio de Janeiro pada Minggu (6/7).

Dalam pernyataan tersebut, BRICS menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya praktik tarif sepihak yang dianggap mengganggu stabilitas ekonomi global.

Tak hanya mengkritik kebijakan tarif AS, negara-negara BRICS juga mengecam serangan militer yang dilakukan Israel dan AS terhadap Iran.

Meskipun tidak secara eksplisit menyebut AS, arah kritik dianggap mengarah langsung ke Washington.

Laporan dari Channel NewsAsia menyebut, meski memiliki perbedaan pandangan, negara-negara BRICS memiliki kesamaan sikap terhadap kebijakan ekonomi AS yang dinilai berubah-ubah serta aksi militer yang berisiko memperkeruh situasi global.

Indonesia Baru Gabung BRICS, Langsung Terancam Tarif

Indonesia resmi bergabung sebagai anggota ke-10 BRICS pada awal 2025. Hal ini menjadikannya negara Asia Tenggara pertama yang masuk dalam kelompok ekonomi tersebut.

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam KTT BRICS di Brasil menjadi momen penting pengukuhan keanggotaan Indonesia.

Baca Juga:  NATO Eropa Ketar-Ketir, Takut Donald Trump Hentikan Dukungan Senjata

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyatakan bahwa keputusan bergabung dengan BRICS merupakan inisiatif langsung Presiden Prabowo pada tahun pertamanya menjabat.

“Masuknya Indonesia dalam keanggotaan BRICS merupakan inisiasi langsung dari Presiden Prabowo di tahun pertamanya menjadi Presiden Republik Indonesia, dan disambut baik oleh seluruh anggota BRICS. Indonesia pun diterima dengan cepat menjadi anggota ke-11 BRICS,” kata Teddy dalam keterangannya.

Saat ini, BRICS terdiri dari 11 negara: China, Rusia, Iran, Brasil, India, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.

Di antara anggota tersebut, China, Rusia, dan Iran dikenal sebagai negara yang kerap bersitegang dengan Amerika Serikat dalam berbagai isu global.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending