Connect with us

Ekonomi

OJK Terima Aduan 166.258 Laporan Scam, Kerugian Tembus Rp3,4 Triliun

OJK menerima lebih dari 166 ribu laporan penipuan keuangan hingga Juni 2025. Kerugian masyarakat capai Rp3,4 triliun, sebagian dana berhasil diblokir.

Logompn

Published

on

Ojk terima aduan 166.258 laporan scam, kerugian tembus rp3,4 triliun
Ilustrasi tumpukan laporan penipuan digital dan kerugian finansial masyarakat yang diawasi OJK. Gambar : Ilustrasi AI By MPN Indonesia/Nida

MPN Indonesia 9 Juli 2025 - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap telah menerima 166.258 laporan terkait penipuan dan transaksi keuangan ilegal hingga akhir Juni 2025.

Laporan tersebut diterima melalui Indonesia Anti Scam Center (IASC), dengan jumlah rekening yang dilaporkan mencapai 267.942 akun.

Dari total tersebut, sebanyak 56.986 rekening telah diblokir oleh otoritas.

“Total kerugian dana yang telah dilaporkan sebesar Rp3,4 triliun dan total dana korban yang telah kami blokir sebesar Rp558,7 miliar,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam konferensi pers virtual RDK, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Otoritas Jasa Keuangan, Rabu (9/7).

Pengaduan Konsumen Terus Meningkat

Sepanjang 1 Januari hingga 13 Juni 2025, OJK mencatat 222.679 permintaan layanan melalui aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK). Dari jumlah itu, terdapat 20.115 pengaduan resmi.

Selain itu, OJK menerima 8.752 pengaduan yang berkaitan dengan entitas ilegal, dengan rincian sebagai berikut:

  • 7.096 pengaduan terkait pinjaman online ilegal
  • 1.656 pengaduan terkait investasi ilegal

Tindakan Tegas OJK dan Upaya Edukasi

Sebagai bentuk penegakan hukum, OJK menjatuhkan sanksi administratif terhadap pelaku jasa keuangan selama semester pertama 2025. Langkah ini mencakup:

  • 85 peringatan tertulis kepada 72 Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK)
  • 22 sanksi denda kepada PUJK

Di sisi edukasi, OJK menggandeng Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) dalam program Training of Trainers (ToT) bertajuk “OJK Peduli”.

Program ini bertujuan membekali anggota KOWANI dengan literasi keuangan yang dinilai sebagai keterampilan hidup esensial.

“Materi ini diharapkan dapat dibagikan kepada seluruh anak Indonesia, sehingga ilmu yang diperoleh dari sini tidak boleh dibawa sendiri, tapi ibu-ibu akan menjadi trainers, pelatih, penyebar kebaikan, penerus ilmu untuk anak-anak ini ibu sekalian, dan terutama juga untuk diri sendiri,” ungkap Friderica.

Baca Juga:  OJK: Postingan Instagram Kini Bisa Jadi Penentu Kelulusan Kredit

Peran Strategis Perempuan dalam Literasi Keuangan

Program ToT diikuti oleh 1.100 peserta dari seluruh Indonesia, dengan 100 orang hadir langsung dan 1.000 lainnya mengikuti secara daring.

Ketua Umum KOWANI, Nanny Hadi Tjahjanto, mengapresiasi langkah OJK dalam memberdayakan perempuan melalui literasi keuangan.

“Menjadi agen literasi keuangan adalah bentuk kepedulian sosial yang strategis dan konkret di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan domestik,” jelas Nanny.

Sasaran utama program ini adalah ibu rumah tangga, sebagai bagian dari pelaksanaan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021–2025.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending