Connect with us

Teknologi

TikTok Buat Aplikasi Khusus untuk AS, Imbas Trump Khawatir Data Warganya Bocor ke Tiongkok

TikTok tengah mengembangkan versi baru dari aplikasinya yang hanya akan tersedia di Amerika Serikat.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn (58)
TikTok Buat Aplikasi Khusus untuk AS, Imbas Trump Khawatir Data Warganya Bocor ke Tiongkok | Gambar: Reuters

MPN Indonesia 9 Juli 2025 - TikTok tengah mengembangkan versi baru dari aplikasinya yang hanya akan tersedia di Amerika Serikat.

Aplikasi yang secara internal disebut ‘M2’ ini dijadwalkan meluncur pada 5 September 2025, menurut laporan The Information.

Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap kekhawatiran pemerintah AS terkait potensi kebocoran data warga AS ke Tiongkok.

Pisahkan Infrastruktur dari ByteDance

Aplikasi ‘M2’ akan dijalankan menggunakan codebase dan infrastruktur berbeda dari TikTok versi global.

Seluruh sistem akan berdiri terpisah dari ByteDance, perusahaan induk asal Tiongkok, sehingga data pengguna dan algoritma rekomendasi diklaim sepenuhnya dikendalikan oleh entitas yang berbasis di AS.

Lebih dari 170 juta pengguna TikTok di AS akan dipindahkan secara bertahap ke aplikasi ini.

TikTok versi lama masih akan tersedia untuk beberapa bulan, tetapi ditargetkan dihentikan pada Maret 2026.

Tantangan Migrasi

Proses migrasi ini diperkirakan menjadi tantangan teknis besar. TikTok berpotensi menghadapi bug, gangguan fitur, atau kehilangan pengguna jika transisi tidak dilakukan dengan mulus.

Selain itu, para kreator konten dan pengiklan dikhawatirkan akan mengalami gangguan, terutama jika pola interaksi dan algoritma berubah.

Rencana Penjualan Operasi TikTok AS

Secara paralel, TikTok juga tengah menjajaki penjualan operasinya di AS. ByteDance dikabarkan tengah berdiskusi dengan kelompok investor Amerika, seperti Oracle, Andreessen Horowitz, dan kemungkinan juga Blackstone, untuk mengambil alih mayoritas kepemilikan.

ByteDance sendiri disebut hanya akan mempertahankan saham minoritas dan tidak lagi mengendalikan operasional maupun data pengguna AS.

Donald Trump menyatakan bahwa pembeli TikTok AS telah diidentifikasi dan negosiasi berada dalam tahap akhir.

Baca Juga:  Wakil Presiden AS, JD Vance Pimpin Negosiasi As-Iran di Islamabad

Dikutip MPN Indonesia dari The Tech Portal, Trump menyebut bahwa calon investor adalah “sekelompok orang sangat kaya” yang identitasnya akan diumumkan sekitar dua pekan mendatang.

Hadangan dari Regulasi Tiongkok

Meski siap menjual, proses ini tidak akan mudah. Pemerintah Tiongkok memiliki undang-undang ekspor ketat, termasuk larangan penjualan teknologi tertentu seperti algoritma TikTok.

Pejabat Tiongkok sendiri telah menyatakan tidak akan menyetujui penjualan algoritma tersebut.

Jika benar tidak mendapat persetujuan dari otoritas Tiongkok, versi AS dari aplikasi ini harus menggunakan sistem rekomendasi yang berbeda atau telah dimodifikasi.

Tanggapan atas UU AS

Langkah TikTok ini merupakan respons atas Undang-Undang “Protecting Americans from Foreign Adversary Controlled Applications Act” yang disahkan pada April 2024.

Regulasi itu mewajibkan ByteDance menjual operasinya di AS atau menghadapi larangan total secara nasional.

Kekhawatiran pemerintah AS berfokus pada potensi akses pemerintah Tiongkok terhadap data pribadi warga Amerika melalui aplikasi tersebut.

Sebagai tindak lanjut, Donald Trump memperpanjang tenggat waktu penjualan hingga 17 September 2025 sebelum larangan resmi diberlakukan.

(AKM/NID/RAD)

Trending