Connect with us

Berita

Diplomat Kemlu Tewas dengan Kepala Terlakban, Polisi: Tak Ada Tanda Kekerasan

Seorang diplomat Kemlu, ADP (39), tewas di kamar indekosnya di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Selasa pagi (8/7).

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn (67)
Diplomat Kemlu Tewas dengan Kepala Terlakban, Polisi: Tak Ada Tanda Kekerasan | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 9 Juli 2025 - Seorang diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), ADP (39), ditemukan tewas di kamar indekosnya yang terletak di Jalan Gondangdia Kecil Nomor 22, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa pagi (8/7).

Jenazah ADP ditemukan dalam kondisi kepala tertutup lakban dan tubuh terbungkus selimut.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menjelaskan bahwa penemuan jasad korban bermula dari laporan warga pada pukul 08.30 WIB.

“Saat ditemukan, korban dalam posisi terbaring di atas kasur dengan kepala tertutup lakban dan tubuh tertutup selimut,” ujar Susatyo, Selasa (8/7).

ADP sendiri merupakan warga asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Tak Ada Tanda Kekerasan

Kapolsek Menteng, Kompol Rezha Rahandi, mengatakan kamar tempat ADP ditemukan berada dalam kondisi terkunci dari dalam.

Kendati ditemukan dalam keadaan kepala terlakban, Rezha mengatakan tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh ADP.

“Tidak ada kerusakan sama sekali. Bahkan dari hasil visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” kata Rezha.

Lebih lanjut, tidak ditemukan barang yang hilang dari kamar indekos tersebut. Meski begitu, pihak kepolisian masih membuka kemungkinan adanya unsur pidana dalam kasus ini.

“Belum dipastikan (pembunuhan), saya juga tidak bisa bilang bukan (pembunuhan). Karena tidak ada tanda-tanda kekerasan, tidak ada barang yang hilang. Kami masih selidiki,” jelasnya.

Terungkap usai ADP Tak Bisa Dihubungi Istrinya

Menurut keterangan Rezha, komunikasi terakhir antara ADP dan istrinya terjadi pada pukul 21.00 WIB, Senin (7/7).

Ketika korban tidak merespons pesan berikutnya pada pukul 05.00 WIB keesokan harinya, sang istri lalu menghubungi penjaga kos.

Laporan kemudian diteruskan dari penjaga kos ke Ketua RW, lalu ke Bhabinkamtibmas, hingga akhirnya polisi datang ke lokasi kejadian.

Baca Juga:  Istri Hamil 7 Bulan dan Suami Tewas dalam Mobil yang Terparkir di Magelang

“Saat istrinya mengingatkan salat atau apalah, tapi enggak bisa-bisa (dihubungi) sampai jam 7 atau jam 8 pagi,” ujar Rezha.

Keamanan di Kos ADP Ketat

Rezha menambahkan bahwa indekos tempat korban tinggal memiliki sistem keamanan yang ketat dengan akses terbatas.

“Di situ kan kosan keluarga ya, dan double pintu, bukan tiba-tiba orang lain masuk langsung nyelonong ke pintu kamar ya, enggak seperti itu,” ujarnya.

Dalam hampir dua tahun tinggal di sana, ADP disebut hanya pernah menerima kunjungan dari istrinya.

Hal ini dikonfirmasi oleh penjaga kos yang menyatakan tidak ada tamu lain selain istrinya yang datang ke kamar korban.

Proses Autopsi dan Penyelidikan Lanjutan

Jasad korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian.

Polisi juga tengah memeriksa barang bukti serta rekaman CCTV di sekitar lokasi.

“Kita masih menunggu petunjuk autopsi dari RSCM ini,” kata Rezha.

(AKM/NID/RAD)

Trending