Connect with us

Politik

Mensos Wanti-Wanti Jajarannya soal Pengadaan Barang & Jasa Sekolah Rakyat: Jangan Main-Main

Menteri Sosial Gus Ipul tegaskan pengadaan Sekolah Rakyat harus transparan. Tak segan lapor aparat bila ada kecurangan.

Logompn

Published

on

Mensos wanti wanti jajarannya soal pengadaan barang & jasa sekolah rakyat jangan main main
Gus Ipul memberikan arahan dalam rapat pembahasan Sekolah Rakyat bersama jajarannya di Kantor Kemensos, Jumat malam, 11 Juli 2025. Gambar : Dok. Kemensos

MPN Indonesia 14 Juli 2025 - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memperingatkan seluruh jajarannya untuk menjaga integritas dalam proses pengadaan barang dan jasa, khususnya dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat.

Hal ini disampaikan saat rapat pembahasan program tersebut di Kantor Kemensos, Jumat malam (11/7).

Dalam arahannya, Gus Ipul menekankan bahwa ia dan Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, tidak akan mencampuri proses pengadaan.

“Jangan sekali-kali kita main-main dalam urusan Sekolah Rakyat. Buka saja apa adanya. Ikuti aturan,” tegas Gus Ipul dalam rapat tersebut, dikutip MPN Indonesia dari laman resmi Kemensos, Senin (14/7).

Ia juga menginstruksikan agar seluruh pejabat pengguna anggaran menjalankan pengadaan secara transparan, sesuai prosedur, dan terbuka untuk publik.

“Ini cukup jelas ya perintahnya. Saya ingin pengadaan ini betul-betul murni, sesuai dengan ketentuan. Karena ini amanah. Ikuti aja sesuai prosedur. Yang menang ya menang, yang kalah ya kalah,” tambahnya.

Jika Ada Pelanggaran, Siap Laporkan ke Aparat

Gus Ipul menyatakan tidak akan ragu melaporkan dugaan pelanggaran atau kecurangan dalam proses pengadaan ke aparat penegak hukum.

Ia menekankan pentingnya keterbukaan laporan pengadaan demi memastikan pengawasan berjalan optimal.

Sekolah Rakyat: Akses Pendidikan bagi Keluarga Miskin Ekstrem

Sekolah Rakyat merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan.

Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, terutama mereka yang masuk dalam Desil 1 dan 2 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Ekstrem Nasional (DTSEN).

Baca Juga:  Pemkot Depok Gandeng Kemenag Wujudkan MTs Swasta Gratis

Sekolah Rakyat bersifat berbasis asrama dan mencakup jenjang pendidikan formal dari SD, SMP, hingga SMA. Para siswa akan difasilitasi dengan kebutuhan dasar pendidikan, seperti:

  • Seragam sekolah
  • Alat tulis
  • Perlengkapan ibadah
  • Sepatu sekolah

Selain pembelajaran formal di siang hari, siswa juga akan mendapatkan pendidikan karakter di malam hari, termasuk penguatan nilai agama, kepemimpinan, dan keterampilan hidup.

Mulai Tahun Ajaran 2025/2026, 100 Lokasi Rintisan Beroperasi

Pelaksanaan Sekolah Rakyat dimulai pada tahun ajaran 2025/2026, dengan titik rintisan tersebar di 100 lokasi di seluruh Indonesia. Rinciannya:

  • 63 titik memulai proses matrikulasi pada 14 Juli 2025
  • 37 titik lainnya akan memulai kegiatan pada akhir Juli 2025

Sebanyak 100 titik tambahan dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat.

(AKM/NID/RAD)

Trending