Connect with us

Kriminal

Wanita Ini Curhat Kehilangan Laptop di Bus Jurusan Solo-Malang, CCTV Rusak hingga Tak Bisa Lacak Pelaku

Seorang wanita mengalami pencurian laptop saat berada di dalam bus jurusan Solo–Malang pada Sabtu (12/7) malam.

Logompn

Published

on

Wanita ini curhat kehilangan laptop di bus jurusan solo malang, cctv rusak hingga tak bisa lacak pelaku
Wanita Ini Curhat Kehilangan Laptop di Bus Jurusan Solo-Malang | Gambar: Kolase Tangkapan Layar Instagram/@wargajakarta.id

MPN Indonesia 15 Juli 2025 - Seorang wanita mengalami pencurian saat berada di dalam bus jurusan Solo–Malang pada Sabtu (12/7) malam.

Korban kehilangan sebuah laptop yang disimpan dalam tas, tepat di samping tempat duduknya. Kejadian ini menjadi sorotan setelah rekaman video korban menangis tersebar luas di media sosial.

Insiden terjadi setelah korban naik bus sekitar pukul 22.50 WIB dari Solo dan menempati kursi nomor 7D. Di kursi sebelahnya duduk seorang pria yang tidak dikenal.

Sebelumnya, seorang penumpang lain sempat meminta tukar tempat duduk, namun ditolak korban.

“Saya duduk di 7D, di sebelah saya ada bapak-bapak. Ada juga yang minta tukeran kursi, tapi saya nolak karena mau duduk dekat jendela,” ujar korban dalam unggahan akun X @toongkool, dikutip MPN Indonesia, Selasa (15/7).

Dalam ceritanya, korban mengatakan membawa tas laptop abu-abu berisi laptop 15,6 inci. Karena tidak muat di bawah kursi, tas tersebut ia diletakkan di samping kursi. Saat berhenti untuk makan sekitar pukul 02.00 WIB, laptop masih aman dan bahkan dibawa turun.

Namun, setelah kembali ke bus dan tertidur, korban terbangun sekitar pukul 06.00 WIB dan mendapati laptopnya telah hilang.

“Begitu bangun sekitar jam 6, posisi bus udah hampir sampai Malang dan penumpang di sekitar saya sudah nggak ada. Saya kaget banget pas lihat tas laptop enteng, dan ternyata laptopnya udah hilang,” lanjutnya dalam pernyataan tertulis.

Nihilnya Tindakan dari Pihak Perusahaan Bus

Setelah menyadari ada barang yang hilang, korban langsung melaporkan kehilangan kepada kru bus, yang menurut kesaksian tampak panik menerima laporan tersebut.

Korban pun diminta untuk memberi laporan ke kantor pusat bus dan meminta agar manajemen memberi korban akses untuk melakukan pengecekan CCTV.

Baca Juga:  Prabowo Minta Kapolri Usut Tuntas Kasus Teror Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Sepanjang menunggu, korban bercerita bahwa pihak manajemen bus justru menyalahkan korban karena dianggap lalai dan enggan menitipkan barang berharga ke pihak bus.

“Selama nunggu itu saya harus jelasin kalau laptop hilang ke 3-4 orang dan most of them nyalahin saya. Saya korban, saya kehilangan laptop, tapi bisa-bisanya mereka nyudutin saya?” tulis korban dalam unggahan yang sama.

Sayangnya, permintaan korban untuk proses pelacakan pelaku mengalami kendala karena pikhak bus mengabarkan bahwa kamera CCTV dalam bus sedang tidak aktif atau mengalami gangguan teknis pada saat kejadian.

Ketiadaan rekaman CCTV menghambat proses identifikasi pelaku, sehingga memperumit penanganan kasus ini dalam ranah hukum dan kriminal.

Meski telah meminta bantuan ke pihak berwajib dan korban langsung mendapat respons baik dari Polres Malang, hingga saat ini belum ada pernyataan lebih lanjut dari pihak perusahaan otobus terkait pelacakan pelaku.

(AKM/NID/RAD)

Trending