Berita
Pemkot Bogor akan Kurangi 650 Angkot, Bagaimana Nasib Sopir?
Pemkot Bogor berencana melakukan pengurangan 650 unit angkutan kota (angkot) di wilayah Bogor, Jawa Barat.
Jawa Barat, MPN Indonesia 22 Juli 2025 - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengambil langkah dalam kebijakan transportasi dengan merencanakan pengurangan 650 unit angkutan kota (angkot) di wilayah Bogor, Jawa Barat.
Kebijakan pemerintah ini merupakan bagian dari upaya penataan transportasi publik yang merujuk pada amanat Peraturan Daerah tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyatakan bahwa reduksi angkot dilakukan karena banyak kendaraan telah melampaui batas usia operasional maksimal 20 tahun sebagaimana diatur dalam peraturan daerah.
“Data sementara 650 angkot akan direduksi, namun angkanya masih akan kami update. Reduksi ini dilakukan karena sesuai amanat perda bahwa usia maksimal angkot hanya sampai 20 tahun dan tidak bisa diperpanjang,” ujar Jenal kepada MPN Indonesia pada Senin (21/7).
Ditambah lagi, kata Jenal, saat pelaksanaan di lapangan bersama Dinas Perhubungan, ia menemukan sejumlah pelanggaran terkait kelayakan operasional angkot.
“Fakta di lapangan ketika saya merazia angkot bersama Dishub, ada yang sudah habis masanya tetapi masih beroperasi, ada yang KIR-nya sudah habis tetapi masih beroperasi,” katanya.
Buka Peluang Sopir Angkot Gabung Biskita
Sebagai solusi untuk sopir angkot, Pemkot Bogor mengatakan akan membuka peluang bagi mereka untuk bergabung sebagai pengemudi layanan transportasi publik Biskita Transpakuan.
Jenal menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Direktur Biskita terkait hal ini.
“Saya sudah berdiskusi dengan Direktur Biskita. Selama para sopir ini bisa memenuhi standar kompetensi dan bersikap profesional, mereka tidak ada masalah. Dan setahun yang lalu sudah direkrut cuma belum banyak,” kata Jenal.
Kriteria Sopir Biskita
Jenal menekankan bahwa aspek usia dan karakter sopir menjadi pertimbangan penting dalam proses seleksi pengemudi Biskita.
Hal ini dikarenakan tanggung jawab membawa lebih banyak penumpang menuntut standar keselamatan yang lebih tinggi.
“Mudah-mudahan bisa maksimal selama usianya sesuai karena kan bawa bis, lebih banyak penumpang dan keselamatan penumpang juga. Karakternya, usianya menjadi salah satu indikator persyaratan dan itu diikuti secara profesional,” jelasnya.
Belum Sosialisasi ke Sopir Angkot
Meski demikian, Pemkot Bogor belum melakukan sosialisasi secara langsung kepada para sopir yang akan terdampak dalam reduksi tahap lanjutan.
Jenal menyebutkan bahwa program ini masih akan berjalan hingga akhir tahun.
“Kita belum melakukan sosialisasi untuk yang hasil reduksi belum ada pertemuan. Ini skema program yang sudah berjalan di awal tahun. Sisa hari ini kira-kira 230 sampai akhir tahun yang akan direduksi, rerooting dan kompersi,” pungkasnya.
(DIM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
