Connect with us

Ekonomi

Terendah Sepanjang Sejarah, Penduduk Miskin di RI Turun jadi 23,85 Juta per Maret 2025

BPS mencatat jumlah penduduk miskin turun menjadi 23,85 juta orang atau 8,47% pada Maret 2025, angka terendah sejak pencatatan dimulai tahun 1960.

Logompn

Published

on

Terendah sepanjang sejarah, bps catat penduduk miskin di ri turun jadi 23,85 juta per maret 2025
Ilustrasi Pengemis. Gambar : Unsplash/Atharva Dixit

MPN Indonesia 25 Juli 2025 - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 23,85 juta orang atau 8,47% dari total populasi pada Maret 2025.

Angka ini menjadi yang terendah sejak pencatatan pertama kali dilakukan pada 1960.

“Maret 2025 jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 23,85 juta, atau turun 0,2 juta orang dibandingkan kondisi September 2024,” ujar Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers Kantor BPS, Jakarta, Jumat (25/7).

Data ini berasal dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025 yang dilakukan pada Februari 2025.

Penurunan dan Faktor Pendorong

Tingkat kemiskinan Maret 2025 turun 0,1% dibanding September 2024, yang mencatat 8,57% atau 24,06 juta orang miskin.

Ateng menyebut pergeseran waktu survei ke bulan Ramadan turut memengaruhi pola konsumsi rumah tangga, mencerminkan dinamika kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Garis kemiskinan Maret 2025 tercatat Rp609.160 per kapita per bulan, naik 2,34% dari Rp595.242 per kapita per bulan pada September 2024.

BPS juga mencatat tren penurunan kemiskinan sejak 2020. Pada Maret 2020, jumlah penduduk miskin mencapai 26,42 juta orang atau 9,78% dari populasi.

Pergeseran Kelas Sosial

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan adanya pergeseran signifikan dalam struktur kelas sosial Indonesia antara 2019 hingga 2024.

Sebanyak 9,4 juta penduduk kelas menengah turun menjadi kelompok calon kelas menengah (aspiring middle class).

“Kami mengidentifikasi masih ada scarring effect dari pandemi Covid-19 terhadap ketahanan kelas menengah,” kata Amalia dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (28/8/2024).

Pada 2024, jumlah kelas menengah tercatat 47,85 juta orang (17,13% populasi), sementara kelompok calon kelas menengah meningkat menjadi 137,5 juta (49,2%).

Baca Juga:  BPS Catat Kenaikan Ekspor Januari-Oktober 2025 dengan Total Nilai 234 Miliar USD!

Di sisi lain, kelompok rentan miskin naik 12,72 juta menjadi 67,69 juta orang (24,33%).

Target Pemerintah ke Depan

BPS mengklasifikasikan kelas menengah sebagai penduduk dengan konsumsi per kapita 3,5—17 kali garis kemiskinan.

Pada 2024, batas pengeluaran tersebut setara Rp2.040.262 hingga Rp9.909.844 per bulan.

Pemerintah menargetkan proporsi kelas menengah mencapai 20% pada 2029, meski angka ini masih di bawah capaian 2019 yang sebesar 21,45%.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending