Connect with us

Viral

2 Anak Panti Asuhan di Padang Diminta Keluar Sekolah karena Nunggak Seragam Rp300 Ribu

Kisah dua siswa Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al Furqan di Kota Padang, Sumatra Barat, viral di media sosial.

Logompn

Published

on

2 Anak Panti Asuhan di Padang Dikeluarkan Sekolah karena Nunggak Seragam Rp300 Ribu
2 Anak Panti Asuhan di Padang Diminta Keluar Sekolah karena Nunggak Seragam Rp300 Ribu. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 13 Mei 2026 - Kisah dua siswa Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al Furqan di Kota Padang, Sumatra Barat, viral di media sosial.

Keduanya dikeluarkan dari sekolah setelah menunggak pembayaran seragam sebesar Rp300 ribu.

“Miris! Belum bayar seragam Rp300 ribu, dua siswa yatim piatu di Padang diminta mundur oleh sekolah,” demikian cuitan akun X @MariaAlkaff_, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (13/5).

Peristiwa di daerah ini melibatkan dua anak yang tinggal di panti asuhan Nur Ilahi, Jalan Perjuangan Raya, Kurao Pagang, Kota Padang.

Pernyataan Pengurus Panti

Ketua Panti Asuhan Nur Ilahi, Renol Putra, menjelaskan kejadian bermula saat dirinya dalam perjalanan dari Jakarta menuju Padang pada Sabtu (9/5).

Dalam perjalanan tersebut, kepala sekolah menghubunginya untuk menagih biaya seragam dua siswa yang tinggal di panti asuhan tersebut.

Karena tidak dapat merespons panggilan secara langsung, Renol meminta agar pembahasan dilakukan secara tatap muka setelah dirinya tiba di Padang.

Namun, menurut Renol, pihak sekolah mengirim pesan singkat melalui WhatsApp yang berisi instruksi agar kedua siswa keluar dari sekolah.

“Anak-anak ini memang disuruh berhenti dan mencari sekolah lain. Sebelum diberhentikan, kepala sekolah sudah berbicara kepada kami dan meminta uang Rp300 ribu tersebut,” ujar Renol kepada wartawan, Senin (11/5).

Pernyataan Kepala Sekolah

Kepala Madrasah Aliyah Al Furqan, Desmaelfa Sinar, menjelaskan dirinya memang sempat menyampaikan agar kedua siswa tersebut pindah sekolah.

Namun menurutnya ucapan itu dilontarkan karena emosi sesaat saat menagih pembayaran seragam.

“Waktu itu saya ada minta uang baju ke Ketua Panti. ‘Reno bisa bantu uang baju Rp300 ribu dibayarkan?’, tidak ada katanya. Memang ada kata semacam itu,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia dari Kumparan.

Ia pun meminta agar pengurus panti mengusahakan pembayaran uang tersebut.

Baca Juga:  Minta Maaf soal Ambruknya Ponpes Al Khoziny, Pengasuh: Ini Takdir dari Allah

“Ya nantilah katanya. Terus saya bilang, ‘cobalah pindahkan sekolah anak’. Memang perkataan sedikit itu, saya emosi saja tapi saya tidak ada niat untuk pindah-pindahkan anak didik,” ungkapnya.

“Bahasa tersirat saja (pindah sekolah). Kalau semacam surat keputusan tidak ada. Saya di sini tidak pernah keluarkan siswa. Cuma sedikit kata-kata itu,” sambungnya.

Ia memastikan tunggakan tersebut telah dilunasi oleh seseorang dan pihak sekolah telah meminta kedua siswa kembali bersekolah.

“Terkait polemik tagihan nunggak ini sudah diselesaikan dan dilunasi oleh seseorang. Saya sudah minta siswa sekolah lagi, tapi dia tidak mau karena malu katanya,” katanya.

(AKM/NID/RAD)

Trending