Internasional
Kim Jong Un Minta Pasukan Militernya Siap-siap untuk Perang Sungguhan
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memerintahkan pasukannya untuk siap menghadapi perang sungguhan kapan pun.
MPN Indonesia 26 Juli 2025 - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memerintahkan pasukannya untuk siap menghadapi perang sungguhan kapan pun.
Perintah ini disampaikan saat ia menyaksikan lomba tembak-menembak yang digelar unit artileri, sebagaimana dilaporkan media Pyongyang pada Kamis (24/7).
Lokasi lomba tidak disebutkan, namun rekaman televisi pemerintah menunjukkan pasukan artileri menembakkan peluru ke arah laut, dengan Kim Jong Un mengamati melalui teropong dari pos pengamatan.
“Bersiaplah menghadapi perang sungguhan kapan pun dan hancurkan musuh dalam setiap pertempuran,” ujar Kim Jong Un, dikutip MPN Indonesia dari Korean Central News Agency (KCNA).
Kim Jong Un terlihat ditemani oleh dua pejabat militer saat memberikan instruksi tersebut.
Pernyataan ini muncul di tengah keterlibatan Korea Utara dalam perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun.
Kirim Bantuan ke Rusia
Korea Utara diketahui mengirimkan bantuan militer ke Rusia, termasuk personel dan perlengkapan tempur, sebagai bentuk dukungan kepada Moskow.
Laporan dari badan intelijen Korea Selatan dan negara-negara Barat menyebutkan bahwa Korea Utara telah mengirim lebih dari 10.000 tentaranya ke wilayah Kursk, Rusia, pada tahun lalu.
Selain personel, Korea Utara juga mengirimkan peluru artileri, rudal, dan sistem roket jarak jauh.
Selain itu, sekitar 600 tentara Korea Utara dilaporkan tewas, dan ribuan lainnya mengalami luka-luka saat bertempur bersama pasukan Rusia.
Korea Utara dan Rusia Punya Hubungan Mesra
Kim Jong Un telah menyatakan dukungan penuh kepada Rusia dalam perang melawan Ukraina.
Dukungan ini ditegaskan dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, yang dilaporkan berlangsung hangat dan strategis oleh media pemerintah Korea Utara.
Korea Utara dan Rusia juga telah menandatangani perjanjian militer pada tahun lalu.
Perjanjian tersebut ditandatangani saat kunjungan langka Presiden Rusia Vladimir Putin ke Pyongyang.
Salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah klausul pertahanan bersama, yang menyatakan bahwa kedua negara akan saling membantu jika salah satu dari mereka diserang.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
