Viral
Polisi Ungkap Handphone Diplomat Kemlu Arya Daru Belum Ditemukan
Handphone diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan belum ditemukan. Polisi terus menyelidiki kasus kematiannya sambil menunggu hasil autopsi.
MPN Indonesia 26 Juli 2025 - Handphone milik Arya Daru Pangayunan, diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), hingga kini belum ditemukan.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, pada Jumat (25/7), usai penemuan mayat Arya di kamar indekos kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7).
Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, juga membenarkan hal ini. Menurutnya, keberadaan ponsel penting untuk mengungkap rekam jejak digital korban.
“HP ini memang belum ditemukan. Oleh karenanya masih ada PR soal jejak digital. Itu penting untuk merangkai peristiwanya,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (25/7).
Anam menambahkan bahwa hasil digital forensik dari perangkat lain, seperti laptop, sudah memberikan gambaran jelas.
Sementara itu, penyebab kematian Arya masih menunggu hasil autopsi.
Penyelidikan Tetap Berjalan
Meski ponsel korban hilang, polisi menegaskan penyelidikan tetap berjalan.
Kombes Ade Ary Syam Indradi menyatakan penyidik memiliki cara lain untuk mendalami kasus ini.
“Kami tidak menemukan hambatan dalam proses ini,” tegasnya.
Kompolnas juga menyebut sebagian besar elemen penyidikan telah terkumpul.
Dalam pertemuan selama tiga jam dengan penyidik Polda Metro Jaya pada Selasa (22/7), Kompolnas diperlihatkan barang bukti, termasuk rekaman CCTV yang merekam aktivitas Arya selama tujuh hari terakhir sebelum kematian.
Kronologi Penemuan Arya Daru
Arya ditemukan di kamar indekos di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, dengan wajah terbungkus plastik dan terlilit lakban kuning.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban.
Barang pribadi korban juga lengkap, kecuali ponsel yang belum ditemukan.
Polisi belum menemukan indikasi pembunuhan. Dari keterangan istrinya, Arya memiliki riwayat penyakit GERD dan kolesterol.
Namun, kepastian penyebab kematian menunggu hasil autopsi, termasuk pemeriksaan histopatologi dan toksikologi.
Peran Jejak Digital
Kompolnas menekankan bahwa jejak digital menjadi elemen penting dalam penyelidikan. Data komunikasi terakhir di ponsel dinilai mampu memberikan gambaran aktivitas korban.
“Tapi apakah ini menentukan penyebab kematian? Saya kira penyebab kematiannya tidak di situ. Tinggal penyebab kematiannya dengan autopsi,” jelas Anam.
Meskipun ponsel belum ditemukan, penyidik telah mengamankan barang bukti digital lain yang dinilai cukup kuat untuk mendukung penyelidikan.
Polda Metro Jaya Ambil Alih Kasus
Awalnya, kasus ini ditangani oleh Polsek Metro Menteng dan Polres Metro Jakarta Pusat.
Namun, karena kompleksitas perkara, penyelidikan diambil alih oleh Polda Metro Jaya dua hari setelah penemuan jasad Arya.
Kompolnas turut memantau proses penyidikan untuk memastikan transparansi.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
