Connect with us

Berita

5 Kampus di Makassar Diteror Massa Bertopeng Bawa Senjata

Sejumlah OTK yang mengenakan pakaian serba hitam dan bertopeng meneror lima kampus di Kota Makassar pada Kamis (24/7).

Logompn

Published

on

5 kampus di makassar diteror massa bertopeng bawa senjata
5 Kampus di Makassar Diteror Massa Bertopeng Bawa Senjata | Gambar: Kolase Tangkapan Layar Instagram/@makassar_iinfo

MPN Indonesia 26 Juli 2025 - Sejumlah orang tak dikenal (OTK) yang mengenakan pakaian serba hitam dan bertopeng meneror lima kampus di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (24/7).

Massa tersebut masuk ke area kampus sambil membawa senjata tajam dan berteriak mencari kelompok mahasiswa tertentu.

Kampus pertama yang diteror adalah Universitas Muhammadiyah (Unismuh) di Jl Sultan Alauddin, sekitar pukul 15.00 WITA. Aksi serupa terjadi satu jam kemudian di Universitas Negeri Makassar (UNM) di Jl AP Pettarani.

Kapolsek Rappocini, Kompol Ismail, membenarkan insiden tersebut dan menyatakan pihaknya telah menyiagakan personel untuk mengantisipasi serangan lanjutan.

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya membentuk empat tim patroli untuk berjaga di sekitar kampus.

“Iya, kami sekarang ini mengantisipasi, kami pasang anggota di sana (kampus Unismuh dan UNM),” ujarnya kepada wartawan, Kamis (24/7).

Meski aksi yang dilakukan secara beruntun itu sempat menimbulkan kepanikan di kalangan mahasiswa, dilaporkan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam aksi teror ini.

Aksi Teror Sekelompok OTK di Unismuh

Aksi teror di Unismuh terekam dalam video yang beredar luas di media sosial.

Sekitar pukul 15.00 WITA, tampak sejumlah pria bertopeng berpakaian hitam mengendarai motor masuk ke dalam kampus. Mereka berkeliling sambil membawa senjata tajam dan meneriakkan tantangan terhadap kelompok mahasiswa lain.

Meski dalam video yang beredar OTK ini sempat terlihat menendang motor salah satu mahasiswa, tidak ada kerusakan atau korban yang dilaporkan.

Teror serupa Menyasar UNM Selang Satu Jam

Sekitar pukul 16.00 WITA, kejadian serupa terjadi di UNM.

Baca Juga:  KPK Serahkan Rampasan Aset Rafael Alun Senilai Rp19,7 Miliar ke Kejagung

Pelaku memasuki kampus dengan modus yang sama, yaitu mencari kelompok mahasiswa tertentu sambil membawa senjata tajam.

Tidak ditemukan adanya korban atau kerusakan pada fasilitas kampus. Kapolsek Rappocini menegaskan bahwa tindakan pengamanan telah dilakukan untuk menghindari insiden serupa.

Tiga Kampus Lain Melaporkan Kejadian Serupa

Selain Unismuh dan UNM, tiga kampus lain juga dilaporkan mengalami teror dengan pola dan pelaku yang diduga sama.

Penyerangan dilaporkan terjadi di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas Islam Makassar (UIM), dan Universitas Dipa (Undipa).

Pelaku disebut sebagai bagian dari kelompok yang sama, yang secara spesifik mencari kelompok mahasiswa lain dalam kampus masing-masing.

Spanduk Provokatif dan Respons Kepolisian

Selain penyerangan, kelompok yang sama juga membentangkan spanduk bernada provokatif bertuliskan ajakan perang terbuka.

Spanduk tersebut dipasang di tembok flyover Jl AP Pettarani–Urip Sumoharjo, Makassar. Dalam spanduk putih dengan tulisan pilox hitam itu, tertera ajakan kepada kelompok tertentu untuk melakukan konfrontasi terbuka.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menyatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan.

“Terkait dengan pamflet ajakan melakukan perang, kami dari kepolisian sedang menyelidiki siapa yang menaruh pamflet tersebut,” ungkapnya di RS UIN Alauddin, Makassar, Kamis (24/7).

Arya menambahkan, penyelidikan dilakukan melalui rekaman CCTV dan keterangan saksi. Ia menegaskan bahwa tindakan tegas akan diberikan kepada pelaku.

“Karena ini ancaman dan provokasi kepada orang-orang untuk melakukan tindakan negatif,” tegasnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau kelompok yang diprovokasi untuk tidak terpancing.

Arya memperingatkan bahwa jika terjadi bentrokan antarkelompok, maka akan dilakukan penegakan hukum dan kriminal secara pidana terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

Sampai berita ini dirilis, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap aksi teror dan provokasi yang menyasar 5 kampus di Makassar ini.

Baca Juga:  Bapak-bapak Gagalkan Aksi Pencurian Motor di Malang, Malah Diajak Masuk ke Rumah

(AKM/NID/RAD)

Trending