Connect with us

Internasional

Kibarkan Bendera Palestina di Depan Kakbah, Jemaah Umrah asal Mesir Ditangkap

Seorang jemaah umrah asal Mesir ditangkap aparat keamanan Arab Saudi setelah mengibarkan bendera Palestina di depan Ka’bah.

Logompn

Published

on

Kibarkan bendera palestina di depan ka'bah, jemaah umrah asal mesir ditangkap
Kibarkan Bendera Palestina di Depan Ka'bah, Jemaah Umrah asal Mesir Ditangkap | Gambar: X/@SoftWarNews

MPN Indonesia 29 Juli 2025 - Seorang jemaah umrah asal Mesir ditangkap oleh aparat keamanan Arab Saudi di Masjidil Haram, Makkah, setelah mengibarkan bendera Palestina di depan Kakbah.

Berdasarkan pantauan MPN Indonesia dari unggahan X @softwarnews, terlihat pria berkain ihram itu membentangkan bendera Palestina di tengah kerumunan jemaah yang sedang mengitari Kakbah.

Tak hanya itu, dengan suara bergetar ia juga berteriak menyerukan agar umat Islam menyadari penderitaan yang sedang dialami anak-anak di Gaza.

“Anak-anak Gaza sedang sekarat. Wahai Muslim!” kata dia, dilihat MPN Indonesia dari X @softwarnews pada Selasa (29/7).

Tidak lama setelah aksinya, petugas keamanan setempat datang dan langsung mengamankan pria itu dari lokasi kejadian.

Komentar Netizen

Usai video cuplikan peristiwa ini tersebar, banyak netizen yang ikut berkomentar.

Tak sedikit yang menganggap bahwa tindakan aparat keamanan telah tepat. Pasalnya, Kakbah merupakan tempat suci yang hanya diperuntukkan untuk ibadah.

“Bukan tempatnya,” kata netizen.

“Ini tempat ibadah bukan tempat ajang orasi politik,” tulis warganet.

“Sudah tepat ditangkap jangan biarkan provokasi,” saut yang lain.

Arab Saudi Larang Kampanye Politik saat Haji dan Umrah

Sebelumnya diketahui, Arab Saudi memiliki kebijakan ketat yang melarang segala bentuk simbol, slogan, atau atribut politik selama pelaksanaan haji dan umrah.

Kebijakan ini bahkan mencakup larangan pengibaran bendera nasional Arab Saudi dan atribut lainnya.

Aturan ini diterapkan Arab Saudi dengan alasan menjaga kesucian ibadah di tempat suci umat Islam.

Respons Organisasi HAM

Sementara itu, organisasi hak asasi manusia (HAM) The Monitoring Center for Hajj and Umrah Violations mengecam tindakan penangkapan tersebut.

Baca Juga:  Paus Leo XIV Serukan Kebiadaban Perang di Gaza untuk Diakhiri

Dalam pernyataannya, mereka menyebut penahanan jemaah itu sebagai tindakan represif dan pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

“Menahan jemaah karena menunjukkan dukungan kepada rakyat Gaza yang tertindas merupakan serangan terhadap kebebasan hati nurani dan bertentangan dengan nilai-nilai sakral yang terkait dengan tempat-tempat suci Islam,” ungkap organisasi tersebut.

Mereka juga menekankan bahwa menjaga keselamatan dan martabat para jemaah merupakan tanggung jawab utama otoritas pengelola Dua Masjid Suci.

Insiden ini bukan yang pertama. Pada 2023, seorang jemaah asal Inggris juga ditahan karena mengenakan keffiyeh dan membawa tasbih berwarna bendera Palestina saat menjalankan ibadah.

Posisi Arab Saudi terkait Konflik di Palestina

Hingga kini, pihak Kerajaan Arab Saudi belum memberikan pernyataan resmi terkait penangkapan jemaah asal Mesir tersebut.

Namun, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan sebelumnya pernah menegaskan posisi tegas kerajaan terhadap perjuangan Palestina.

Pangeran Faisal menyatakan bahwa konferensi tingkat tinggi tentang solusi dua negara yang akan diselenggarakan di New York merupakan bagian dari komitmen Arab Saudi untuk mencapai perdamaian yang adil dan komprehensif.

“Kami berharap dapat mendorong implementasi resolusi internasional yang menyerukan pembentukan dua negara di mana Palestina dapat menikmati negara merdeka mereka,” ujar Faisal kepada Saudi Press Agency.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending