Internasional
PBB Rilis Daftar Perusahaan yang Bantu Israel Serang Gaza
PBB merilis laporan resmi yang menyebut keterlibatan sejumlah perusahaan global dalam genosida oleh Israel di Gaza, Palestina.
MPN Indonesia 29 Juli 2025 - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis laporan resmi yang menyebut keterlibatan sejumlah perusahaan global dalam genosida oleh Israel di Gaza, Palestina.
Laporan berjudul From Economy of Occupation to Economy of Genocide ini dipublikasikan oleh Francesca Albanese, Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk situasi HAM di wilayah Palestina.
Laporan tersebut menyoroti keterlibatan berbagai perusahaan dari sektor teknologi, pertahanan, energi, pariwisata, dan keuangan dalam mendukung operasi militer dan sistem pendudukan Israel.
Disusun berdasarkan investigasi mendalam, laporan ini menyatakan bahwa sektor korporasi memainkan peran penting dalam menopang proyek kolonial Israel.
Bentuk dukungan yang diberikan perusahaan-perusahaan itu meliputi penyediaan teknologi, logistik, pendanaan, serta investasi yang memperkuat sistem apartheid dan pendudukan.
“Hukum internasional mengakui berbagai tingkat tanggung jawab masing-masing memerlukan pengawasan dan akuntabilitas, khususnya dalam kasus ini, di mana penentuan nasib sendiri dan keberadaan suatu bangsa dipertaruhkan,” bunyi laporan itu.
“Ini adalah langkah yang diperlukan untuk mengakhiri genosida dan membongkar sistem global yang telah mengizinkannya,” sambungnya.
Perusahaan Teknologi
Laporan PBB menyebut sejumlah perusahaan teknologi terlibat sebagai penyedia sistem pendukung untuk operasi militer Israel. Berikut adalah daftar perusahaan tersebut:
- IBM: Mengelola basis data biometrik warga Palestina bekerja sama dengan otoritas imigrasi Israel.
- Google (Alphabet) dan Amazon: Menandatangani kontrak infrastruktur cloud senilai USD1,2 miliar untuk sistem militer dan pengawasan Israel.
- Microsoft: Menyediakan sistem komputasi terintegrasi dengan militer dan kepolisian Israel sejak awal 2000-an.
- Palantir: Menyediakan teknologi intelijen dan pemetaan target untuk operasi militer Israel.
Sektor Pertahanan
Perusahaan-perusahaan berikut disebut dalam laporan sebagai penyedia utama perlengkapan militer yang digunakan dalam serangan ke Gaza sejak Oktober 2023:
- Lockheed Martin dan Leonardo S.p.A: Pemasok utama persenjataan, termasuk pesawat tempur F-35 dan F-16.
- Caterpillar Inc.: Menyediakan buldoser militer yang digunakan dalam penghancuran massal bangunan di Gaza, termasuk rumah, rumah sakit, dan tempat ibadah.
Perusahaan Energi dan Infrastruktur
Beberapa perusahaan energi dan alat berat juga menyediakan sumber daya dan peralatan yang digunakan dalam operasi militer Israel, di antaranya:
- Chevron, Glencore, Drummond Company, dan BP: Terlibat dalam penyediaan pasokan energi seperti batu bara dan gas untuk operasi militer.
- HD Hyundai, Doosan, dan Volvo: Menyediakan alat berat yang digunakan untuk menghancurkan permukiman Palestina.
“Khusus sejak tahun 2000, mesin Volvo telah digunakan untuk menghancurkan wilayah Palestina, termasuk di Yerusalem Timur dan Masafer Yatta,” demikian laporan PBB.
“Selama lebih dari satu dekade, mesin HD Hyundai telah digunakan untuk menghancurkan rumah-rumah Palestina dan menghancurkan lahan pertanian, termasuk kebun zaitun,” sambungnya.
Perusahaan Pariwisata
Dua perusahaan di sektor pariwisata yang disebut turut mendapatkan keuntungan dari pemukiman ilegal Israel adalah Booking.com dan Airbnb.
Airbnb disebut meningkatkan jumlah iklan di pemukiman ilegal Israel dari 139 pada 2016 menjadi 350 pada 2025.
Perusahaan ini dilaporkan mengumpulkan komisi hingga 23% dari iklan tersebut.
“Iklan-iklan ini terkait dengan pembatasan akses Palestina ke tanah dan membahayakan desa-desa di sekitarnya,” kata laporan itu.
Lembaga Keuangan
PBB juga menyoroti peran lembaga keuangan internasional yang mendukung pembiayaan operasi militer Israel melalui investasi dan pembelian obligasi Israel.
BNP Paribas dan Barclays disebut Menjamin obligasi negara Israel.
Sementara itu, BlackRock, Vanguard, dan anak perusahaan Allianz PIMCO telah menyalurkan miliaran dolar ke obligasi Israel dan saham perusahaan yang terlibat dalam pendudukan dan genosida.
“Entitas-entitas ini menjadi tulang punggung finansial sistem pendudukan dan genosida,” tegas laporan tersebut.
PBB menekankan perlunya akuntabilitas sektor swasta atas pelanggaran HAM berat ini.
Meskipun laporan tersebut belum mengarah pada sanksi hukum, tekanan internasional terhadap perusahaan-perusahaan terkait diperkirakan akan meningkat.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
