Connect with us

Politik

Luncurkan Danantara University, Danantara Gandeng 9 Universitas Ternama Dunia

Danantara University diluncurkan Danantara sebagai langkah strategis untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam pengembangan SDM Indonesia.

Logompn

Published

on

Luncurkan danantara university, danantara gandeng 9 universitas ternama dunia
Luncurkan Danantara University, Danantara Gandeng 9 Universitas Ternama Dunia | Gambar: Instagram/@danantara.indonesia

MPN Indonesia 31 Juli 2025 - Danantara University resmi diluncurkan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai langkah strategis untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia pada Jumat (25/7) lalu.

Pengumuman peluncuran disampaikan oleh Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, dalam Rapat Kerja Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (HIPMI Jaya) di Jakarta pada hari yang sama.

“Kami launching Danantara University. Kita bekerja sama dengan 9 universitas terkemuka,” katanya dalam acara yang disiarkan langsung lewat YouTube tersebut, dikutip MPN Indonesia dari kanal HIPMI Jaya pada Kamis (31/7).

Kerja Sama Internasional dengan 9 Universitas

Sebagai bagian dari program pengembangan global, Danantara University menjalin kerja sama bilateral dengan sembilan universitas ternama dunia dari Amerika Serikat, Eropa, dan China. Beberapa di antaranya ialah:

  • Tsinghua University (Beijing, China)
  • Stanford University (Amerika Serikat)
  • Columbia University (New York, Amerika Serikat)
  • INSEAD (Eropa)

Melalui kemitraan ini, sebanyak 160 hingga 200 peserta akan dipilih untuk mengikuti program selama satu tahun di universitas-universitas mitra guna memperdalam bidang-bidang strategis.

Program yang ditawarkan mencakup kecerdasan buatan (AI), engineering, keberlanjutan (sustainability), dan pengembangan SDM yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing nasional melalui diplomasi dan hubungan internasional.

Dalam paparannya, Pandu menyebut bahwa tujuh dari sebelas pendiri OpenAI berasal dari Tsinghua University.

Ia juga menyampaikan bahwa beberapa insinyur dari kampus tersebut menjadi bagian dari pengembangan teknologi OpenAI dengan nilai kompensasi yang mencapai USD 100 juta per orang.

“Belum lagi perusahaan AS yang bikin Open AI di belakangnya engineer dari China dan secara spesifik dari Tsinghua yang dibayar USD 100 juta per orang,” papar Pandu dalam acara yang sama.

Baca Juga:  BPJS Kesehatan Buka Suara soal Isu Bayi Baru Lahir Otomatis jadi Peserta JKN

Transformasi Bisnis Menuju SDM

Pandu menekankan pentingnya transformasi orientasi bisnis di Indonesia dari ketergantungan pada sumber daya alam menuju pemberdayaan SDM.

Ia menyampaikan kepada anggota HIPMI Jaya bahwa nilai perusahaan modern tidak lagi terletak pada kepemilikan barang, melainkan pada kualitas talenta manusia.

“20 perusahaan terbesar di dunia sebenarnya tidak punya barang. Mereka hanya punya satu, sumber daya manusia,” ujar Pandu.

Ia menambahkan bahwa meskipun Indonesia kaya akan batu bara, nikel, dan emas, sektor ini memiliki nilai bisnis yang lebih rendah karena sifat sumber daya alam yang terbatas. Sebaliknya, pengembangan SDM dinilai sebagai investasi jangka panjang yang bisa mendukung kebijakan ekonomi pemerintah.

Danantara University untuk Perkuat Integritas SDM

Pandangan serupa datang dari CEO Danantara, Rosan Roeslani yang menyampaikan bahwa peluncuran Danantara University juga bertujuan memperkuat integritas SDM dalam tata kelola perusahaan, khususnya di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ia menekankan pentingnya menghindari praktik rekayasa laporan keuangan dan menyampaikan bahwa profitabilitas harus dicapai melalui kinerja operasional yang riil.

“Kita enggak ada toleransi lagi untuk yang macam-macam yang aneh-aneh. Ibaratnya buku percantik segala macam, enggak ada,” kata Rosan kepada awak media setelah konferensi pers di Kompleks BKPM, Selasa (29/7).

Menurut Rosan, SDM merupakan aset terbesar Danantara. Melalui universitas ini, pihaknya ingin memastikan bahwa para pemimpin BUMN memahami peran dan tanggung jawab mereka secara menyeluruh.

Ia menegaskan bahwa era manipulasi laporan keuangan demi pencitraan sudah tidak dapat diterima.

“Sekarang era itu sudah tidak boleh lagi. Jadi, benar-benar dari performance yang baik, yang benar, dan yang dari hasil operasional perusahaan tersebut,” ujarnya.

(AKM/NID/RAD)

Trending