Connect with us

Lifestyle

Berapa Biaya untuk Membesarkan Anak? Pasutri Baru Wajib Tahu!

Tahun pertama memiliki bayi bisa memerlukan biaya hingga Rp800 juta, tergantung lokasi dan gaya hidup. Simak rincian lengkapnya, mulai dari popok hingga biaya persalinan.

Logompn

Published

on

Berapa biaya untuk membesarkan anak pasutri baru wajib tahu!
Ilustrasi Seorang Ibu Merawat Anaknya. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 6 Agustus 2025 - Memutuskan untuk punya anak adalah langkah besar, bukan cuma secara emosional, tapi juga secara finansial.

Banyak orang tahu kalau membesarkan anak itu mahal, tapi mungkin belum menyadari seberapa mahal biaya yang harus disiapkan, bahkan sejak tahun pertama kelahiran.

Dikutip MPN Indonesia menurut data United States Department of Agriculture (USDA), biaya membesarkan satu anak dari lahir hingga usia 17 tahun bisa mencapai sekitar $233.610 atau sekitar Rp3.825.625.124 (belum termasuk biaya kuliah).

Tapi tahukah kamu? Hanya di tahun pertama saja, biaya yang harus disiapkan bisa mencapai $20.000 (Rp327.460.800) hingga $50.000 (Rp818.652.000), tergantung tempat tinggal, cakupan asuransi, hingga gaya hidup keluarga.

Yang mengejutkan, sebagian besar pengeluaran terjadi bahkan sebelum bayi lahir, mulai dari perawatan prenatal hingga proses persalinan.

Setelah itu, kebutuhan sehari-hari seperti popok, susu, pakaian, pengasuhan, hingga perawatan kesehatan bayi akan terus menambah angka di anggaran keluarga.

Buat kamu yang sedang belajar soal edukasi keuangan dan perencanaan rumah tangga, memahami rincian biaya tahun pertama punya bayi ini bisa jadi bekal penting sebelum menambah anggota baru di keluarga.

Popok: Pengeluaran Rutin yang Tak Terelakkan

Bayi butuh 6–12 popok per hari, terutama di bulan-bulan awal. Kalau menggunakan popok sekali pakai, orang tua bisa menghabiskan sekitar $936 (Rp15.330.466) per tahun atau sekitar $18 (Rp294.715) per minggu.

Baca Juga:  Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Begini Cara Mengatur Keuangan yang Tepat!

Ingin lebih hemat dan ramah lingkungan? Pertimbangkan popok kain, yang secara total selama dua tahun bisa menghabiskan sekitar $1.154 (Rp18.908.295), sudah termasuk:

  • Popok kain: $705 (Rp11.545.897)
  • Deterjen: $51 (Rp834.025)
  • Listrik dan air: $173 (Rp2.831.525)

Tips hemat:

  • Minta popok sebagai hadiah baby shower
  • Beli dalam berbagai ukuran untuk stok
  • Manfaatkan diskon toko grosir atau langganan online
  • Gunakan merek generik
  • Beli bekas di komunitas orang tua

Makanan Bayi: Dari ASI, Formula, hingga MPASI

ASI

ASI memang gratis, tapi perlengkapan untuk menyusui tetap perlu dibeli:

  • Pompa ASI: $30–$350 (Rp491.191-Rp5.730.564)
  • Bra menyusui: $12–$20 (Rp196.764-Rp327.461)
  • Tas penyimpanan ASI: $10–$15 (Rp163.730-Rp245.596)
  • Konsultan laktasi: $0–$300 (Rp4.911.912) (tergantung asuransi)

Formula

Susu formula bubuk paling ekonomis, dengan pengeluaran sekitar $70–$150 (Rp1.146.113-Rp2.455.956) per bulan tergantung usia bayi. Kebutuhan akan bertambah seiring pertambahan usia.

Tips hemat:

  • Gunakan kupon dari produsen
  • Pilih merek generik berkualitas
  • Cek apakah bisa ikut program WIC

MPASI

Dimulai usia 6 bulan, awalnya tidak boros. Tapi pada bulan-bulan berikutnya, bisa mencapai $50 (Rp818.652) per bulan jika membeli makanan bayi kemasan. Masak sendiri bisa jauh lebih hemat.

Peralatan:

  • Baby food maker: $50–$125 (Rp818.652-Rp2.046.630)

Baju Bayi: Rata-Rata $50 (Rp818.652) per Bulan

Karena pertumbuhan bayi sangat cepat, hindari membeli terlalu banyak pakaian dalam satu ukuran. Rata-rata, orang tua menghabiskan sekitar $600 (Rp9.823.824) per tahun untuk baju bayi.

Tips hemat:

  • Dapatkan hand-me-down dari teman/keluarga
  • Belanja di toko barang bekas atau toko diskon
  • Fokus ke kebutuhan, bukan gaya

Perlengkapan Bayi: Penting Tapi Bisa Disiasati

Beberapa perlengkapan penting meliputi:

  • Tempat tidur bayi dan kasur
  • Kursi mobil & stroller
  • Kursi makan
  • Gendongan
  • Botol susu
  • Peralatan pengaman rumah
Baca Juga:  Apa Itu Frugal Living? Gen Z Wajib Tahu

Tips hemat:

  • Pinjam dari teman/keluarga
  • Beli second-hand berkualitas
  • Tunggu hingga benar-benar butuh
  • Manfaatkan hadiah baby shower

Biaya Pengasuhan: Tergantung Gaya Hidup & Lokasi

Biaya per tahun bisa berkisar antara $8.000–$27.000 (Rp130.984.320-Rp442.072.080) tergantung jenis pengasuhan.

Nanny

  • Live-out nanny: $19,14 (Rp313.595)/jam
  • Live-in nanny: $16,75 (Rp274.250)/jam
  • Biaya per minggu (40 jam): sekitar $765 (Rp12.531.079)

Day Care

  • Rata-rata: $728 (Rp11.919.757)/bulan atau $9.000 (Rp147.357.360)/tahun
  • Versi rumahan bisa lebih murah, tapi pastikan legalitasnya

Babysitter

  • Untuk keperluan sesekali: sekitar $16 (Rp261.968)/jam

Kesehatan Bayi: Pemeriksaan Rutin dan Tambahan Biaya

Jadwal kontrol bayi biasanya di usia:

  • 3–5 hari, 1 bulan, 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan

Asuransi umumnya menanggung kunjungan rutin. Tapi, konsultasi tambahan bisa dikenakan biaya tergantung polis.

Jika bayi memiliki kondisi medis khusus, siapkan dana tambahan untuk pengobatan rutin jangka panjang.

Biaya Melahirkan dan Prenatal Care

Besarannya sangat tergantung lokasi dan jenis asuransi:

  • Tanpa asuransi: $8.300 (Rp135.864.232) (Arkansas) hingga $20.000 (Rp327.460.800) (New York)
  • Dengan asuransi: Rata-rata $13.811 (Rp226.378.525), biaya sendiri $1.000–$2.500 (Rp16.373.040–Rp40.932.600)

Alternatif:

  • Melahirkan di rumah (dengan bidan): $1.500–$5.000 (Rp24.559.560–Rp81.865.200) 
  • Birth center: lebih murah dari rumah sakit, kadang ditanggung asuransi

Opsi Lain untuk Memiliki Anak

IVF:

$4.900–$30.000 (Rp80.046.948–Rp491.191.200) per siklus, rata-rata sekitar $20.000 (Rp327.460)

Adopsi Privat:

$20.000–$45.000 (Rp327.460.800–Rp736.786.800) (belum termasuk biaya hukum & perjalanan)

Surrogacy:

$90.000–$130.000 (Rp1.473.573.600–Rp2.128.495.200) (termasuk IVF dan biaya kehamilan)

Perencanaan Keuangan: Langkah-Langkah Penting

  • Cek cakupan asuransi untuk persalinan dan bayi
  • Susun anggaran tetap bulanan
  • Manfaatkan barang bekas atau pinjaman dari komunitas
  • Gunakan program bantuan seperti WIC atau bank popok lokal

Memiliki anak memang penuh kebahagiaan, tapi juga menuntut kesiapan finansial yang matang.

Dengan perencanaan yang cermat dan cerdas, kamu bisa menghadapi tahun pertama si kecil tanpa stres keuangan yang berlebihan.

Baca Juga:  5 Kebiasaan yang Buat Orang Tetap Miskin, Nomor 3 Relate dengan Gen Z!

(ELG/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending