Internasional
Norwegia Tarik Investasi di 11 Perusahaan Israel
Dana kekayaan Norwegia menarik investasi dari 11 perusahaan Israel terkait memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat, serta mengelola investasi secara internal.
MPN Indonesia 16 Agustus 2025 - Norwegia melalui Norges Bank Investment Management (NBIM) mengumumkan penarikan investasi dari 11 perusahaan Israel mulai 12 Agustus 2025.
Keputusan ini menyusul laporan bahwa dana kekayaan negara senilai sekitar US$1,9-2 triliun tersebut berinvestasi pada Bet Shemesh Engines Holdings, produsen suku cadang mesin jet tempur milik militer Israel.
Dikutip MPN Indonesia dari Reuters pada Selasa (12/8), dalam pernyataannya, NBIM menyatakan, “Semua investasi di perusahaan-perusahaan Israel yang selama ini dikelola oleh manajer eksternal akan dipindahkan ke internal dan dikelola secara internal.”
NBIM juga hanya akan mempertahankan investasi pada perusahaan Israel yang termasuk dalam indeks acuan ekuitas, namun tidak semua perusahaan dalam indeks tersebut akan diinvestasikan.
Alasan dan Pernyataan Resmi NBIM
Kepala NBIM, Nicolai Tangen, menjelaskan keputusan ini sebagai respons atas kondisi kemanusiaan yang memburuk di Gaza dan Tepi Barat.
“Situasi di Gaza adalah krisis kemanusiaan yang serius. Kami berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di negara yang sedang perang. Dan kondisi di Tepi Barat dan Gaza baru-baru ini memburuk,” ujar Tangen, dikutip dari AFP, Selasa (12/8).
Latar Belakang dan Investasi Norwegia di Israel
Dana kekayaan Norwegia yang dikelola NBIM berasal dari pendapatan ekspor energi dan dikenal sebagai dana minyak terbesar dunia dengan nilai hingga US$2 triliun.
Per 30 Juni 2025, NBIM tercatat memiliki investasi di 61 perusahaan Israel.
Laporan Aftenposten menyebut investasi pada Bet Shemesh Engines Holdings dilakukan selama 2023-2024.
Perusahaan ini menyediakan perawatan dan suku cadang untuk jet tempur militer Israel.
Isu ini memicu permintaan peninjauan dari Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store kepada Menteri Keuangan dan mantan Sekjen NATO Jens Stoltenberg.
NBIM menegaskan, “Semua investasi di perusahaan Israel yang tidak termasuk dalam indeks acuan ekuitas akan dijual sesegera mungkin.”
Pemantauan dan Dialog dengan Perusahaan Terkait Konflik
NBIM menyatakan telah memantau perusahaan-perusahaan yang terkait konflik sejak 2020.
“Sejak 2020, kami telah menghubungi lebih dari 60 perusahaan untuk mengangkat masalah ini. Dari jumlah tersebut, 39 dialog terkait dengan Tepi Barat dan Gaza,” jelas NBIM.
Pemantauan diperketat sejak musim gugur 2024, yang berujung pada penjualan saham di beberapa perusahaan sebelum keputusan resmi divestasi diumumkan pada Agustus 2025.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
